Masuki Tahun Politik, Harga BBM Diramal Tidak Naik di 2023
Kamis, 15 Desember 2022 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Inflasi Akhir Tahun Bisa Capai 5,5%
Senada, Ekonom Senior Indef Muhammad Nawir Messi mengatakan, meskipun tahun depan masih ada potensi kenaikan harga pangan dan energi, harga BBM kemungkinan tidak akan naik lagi.
Menurut dia, menaikkan harga BBM di tahun politik adalah tindakan yang dapat mengancam para penguasa. Pasalnya, itu adalah kebijakan yang tidak populer dan bisa menyengsarakan rakyat.
"BBM sudah naik dan saya kira kalau pun ada gejolak yang lebih tajam di lingkungan global, pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian lebih jauh lagi ke harga BBM. Ingat, tahun depan tahun politik, bunuh diri penguasa kalau naikkan lagi harga menjelang Pemilu," tukasnya.
Dia menyebut, hal itu juga akan merusak popularitas partai maupun calon legislatif dan presiden yang diusung. "Itu istilahnya gini, Anda politisi mencalonkan diri menjadi presiden atau masih mempunyai keinginan-keinginan. Anda akan berusaha mengambil hati rakyat dan kalau Anda menaikan BBM menjelang orang nyoblos sudah pasti orang itu nggak dipilih. Kan boomerang banget itu. Di mana-mana menjelang Pemilu tidak ada penyesuaian-penyesuaian yang menyengsarakan rakyat," tutupnya.
Sebelumnya, Pertamina menanggapi ihwal kecenderungan harga minyak mentah global yang menurun belakangan ini terhadap kemungkinan penurunan harga BBM.
Senada, Ekonom Senior Indef Muhammad Nawir Messi mengatakan, meskipun tahun depan masih ada potensi kenaikan harga pangan dan energi, harga BBM kemungkinan tidak akan naik lagi.
Menurut dia, menaikkan harga BBM di tahun politik adalah tindakan yang dapat mengancam para penguasa. Pasalnya, itu adalah kebijakan yang tidak populer dan bisa menyengsarakan rakyat.
"BBM sudah naik dan saya kira kalau pun ada gejolak yang lebih tajam di lingkungan global, pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian lebih jauh lagi ke harga BBM. Ingat, tahun depan tahun politik, bunuh diri penguasa kalau naikkan lagi harga menjelang Pemilu," tukasnya.
Dia menyebut, hal itu juga akan merusak popularitas partai maupun calon legislatif dan presiden yang diusung. "Itu istilahnya gini, Anda politisi mencalonkan diri menjadi presiden atau masih mempunyai keinginan-keinginan. Anda akan berusaha mengambil hati rakyat dan kalau Anda menaikan BBM menjelang orang nyoblos sudah pasti orang itu nggak dipilih. Kan boomerang banget itu. Di mana-mana menjelang Pemilu tidak ada penyesuaian-penyesuaian yang menyengsarakan rakyat," tutupnya.
Sebelumnya, Pertamina menanggapi ihwal kecenderungan harga minyak mentah global yang menurun belakangan ini terhadap kemungkinan penurunan harga BBM.
Lihat Juga :