Meningkatkan Pemahaman Keuangan Tenaga Pendidik di Tengah Ancaman Resesi
Kamis, 15 Desember 2022 - 22:47 WIB
loading...
Meningkatkan pemahaman keuangan bagi tenaga pendidik, 128 guru mendapatkan edukasi dalam Webinar bertajuk Membangun Fondasi Keuangan Kokoh Pasca Pandemi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Meningkatkan pemahaman keuangan bagi tenaga pendidik, 128 guru mendapatkan edukasi literasi keuangan dalam Webinar bertajuk Membangun Fondasi Keuangan Kokoh Pasca Pandemi. Para tenaga pendidik dibantu agar lebih siap dalam menghadapi kondisi yang tidak pasti, yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan dan pola pengeluaran sehari-hari.
"Kita harus mulai memperhatikan kondisi keuangan, seperti arus kas yang positif, memiliki kesediaan dana darurat dan kecukupan proteksi kesehatan dan jiwa. Kemudian juga lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran," ujar OneShildt Financial Planning, Budi Raharjo.
Baca Juga: Literasi Keuangan Berperan Tingkatkan Kesejahteraan Finansial
Lebih lanjut diterangkan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan membuat pengaturan anggaran seperti untuk konsumsi, tabungan dan investasi serta untuk kegiatan sosial. Materi webinar yang digagas CIMB Niaga itu fokus kepada pengetahuan seputar perencanaan keuangan, terutama mensikapi kondisi pasca Pandemi.
"Keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, juga merupakan hal yang perlu di perhatikan dalam pengaturan prioritas keuangan," sambung Budi.
Budi juga mengingatkan agar kita lebih bijak dalam melihat dan memanfaatkan promo-promo yang diadakan oleh toko baik online ataupun offline. Pengelolaan hutang juga menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan agar keuangan tetap stabil.
Ketersediaan dana darurat minimal 6 bulan dari pengeluaran rutin bulanan serta memiliki proteksi aktif, bisa berupa asuransi atau BPJS. Mulai juga untuk memperhatikan investasi, yang memiliki resiko rendah seperti dengan membuka deposito atau membeli reksadana pasar uang.
"Kita harus mulai memperhatikan kondisi keuangan, seperti arus kas yang positif, memiliki kesediaan dana darurat dan kecukupan proteksi kesehatan dan jiwa. Kemudian juga lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran," ujar OneShildt Financial Planning, Budi Raharjo.
Baca Juga: Literasi Keuangan Berperan Tingkatkan Kesejahteraan Finansial
Lebih lanjut diterangkan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan membuat pengaturan anggaran seperti untuk konsumsi, tabungan dan investasi serta untuk kegiatan sosial. Materi webinar yang digagas CIMB Niaga itu fokus kepada pengetahuan seputar perencanaan keuangan, terutama mensikapi kondisi pasca Pandemi.
"Keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, juga merupakan hal yang perlu di perhatikan dalam pengaturan prioritas keuangan," sambung Budi.
Budi juga mengingatkan agar kita lebih bijak dalam melihat dan memanfaatkan promo-promo yang diadakan oleh toko baik online ataupun offline. Pengelolaan hutang juga menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan agar keuangan tetap stabil.
Ketersediaan dana darurat minimal 6 bulan dari pengeluaran rutin bulanan serta memiliki proteksi aktif, bisa berupa asuransi atau BPJS. Mulai juga untuk memperhatikan investasi, yang memiliki resiko rendah seperti dengan membuka deposito atau membeli reksadana pasar uang.
Lihat Juga :