Kolaborasi LPEI dan BNI Bisa Bikin Ekspor Lada Sambas Kian Pedas
Kamis, 15 Desember 2022 - 22:47 WIB
loading...
Ekspor lada masih bisa terus didongkrak. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI ) atau Indonesia Eximbank meluncurkan Desa Devisa Lada Sambas, Jumat pekan lalu (9/12). Program Desa Devisa ini merupakan proyek kolaborasi Indonesia Eximbank bersama PT BNI dan Rumah BUMN Wilayah Kalimantan Barat.
Baca juga: Gandeng KPK, LPEI Tegaskan Tak Ada Toleransi Terhadap Korupsi
Peresmian tersebut disampaikan dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Pontianak, Kalimantan Barat, dan disaksikan secara daring oleh Menteri Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara, beserta Gubernur Kalimantan Barat.
Direktur Hubungan Kelembagaan LPEI Chesna F. Anwar mengungkapkan, sinergi ini merupakan salah satu pendekatan yang diambil oleh lembaga untuk membentuk Desa Devisa. Upaya ini dilakukan untuk mengeskalasi peluang ekspor komoditas unggulan berbagai daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani di Indonesia.
“Kolaborasi LPEI dengan institusi lain diharapkan dapat memperkuat program pendampingan yang akan diberikan kepada para petani lada sambas sehingga dapat mempercepat tercapainya mandat kami untuk memperkuat ekspor nasional,” ujar Chesna, dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022).
![Kolaborasi LPEI dan BNI Bisa Bikin Ekspor Lada Sambas Kian Pedas]()
Desa Devisa Klaster Lada Sambas akan mendampingi sebanyak 629 petani lada yang memiliki lahan produktif seluas 213 hektare dan kapasitas produksi 200 ton biji kering per tahunnya saat ini yang berada di dua belas desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Antara lain Desa Sendoyan, Sulung, Penakalan, Sekuduk, Piantus, Setalik, Parit Raja, Perigi Landu, Senujuh, Perigi Limus, Semanga, dan Sepantai.
Baca juga: Gandeng KPK, LPEI Tegaskan Tak Ada Toleransi Terhadap Korupsi
Peresmian tersebut disampaikan dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Pontianak, Kalimantan Barat, dan disaksikan secara daring oleh Menteri Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara, beserta Gubernur Kalimantan Barat.
Direktur Hubungan Kelembagaan LPEI Chesna F. Anwar mengungkapkan, sinergi ini merupakan salah satu pendekatan yang diambil oleh lembaga untuk membentuk Desa Devisa. Upaya ini dilakukan untuk mengeskalasi peluang ekspor komoditas unggulan berbagai daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani di Indonesia.
“Kolaborasi LPEI dengan institusi lain diharapkan dapat memperkuat program pendampingan yang akan diberikan kepada para petani lada sambas sehingga dapat mempercepat tercapainya mandat kami untuk memperkuat ekspor nasional,” ujar Chesna, dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022).

Desa Devisa Klaster Lada Sambas akan mendampingi sebanyak 629 petani lada yang memiliki lahan produktif seluas 213 hektare dan kapasitas produksi 200 ton biji kering per tahunnya saat ini yang berada di dua belas desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Antara lain Desa Sendoyan, Sulung, Penakalan, Sekuduk, Piantus, Setalik, Parit Raja, Perigi Landu, Senujuh, Perigi Limus, Semanga, dan Sepantai.
Lihat Juga :