Mau Investasi di Tahun Kelinci Air 2023? Simak Tips dari Pakar Feng Shui

Rabu, 21 Desember 2022 - 12:24 WIB
loading...
Mau Investasi di Tahun...
Menyambut tahun kelinci air 2023, pakar feng shui memberikan tips investasi. Ilustrasi foto/pexels/alphatradezone
A A A
JAKARTA - Layanan keuangan digital terus berkembang, salah satunya ditandai dengan bermunculannya perusahaan teknologi keuangan atau Fintech (Financial Technology) .

Mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Fintech mengacu pada perusahaan yang melakukan inovasi di bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern.

Memasuki tahun 2023 atau yang dalam astrologi China merupakan tahun kelinci air, pakar Feng Shui yang juga Founder Feng Shui Consulting Indonesia Yulius Fang menyebut Fintech sebagai salah satu sektor potensial.

Dia memprediksi bahwa dari krisis global akan dialami oleh berbagai negara dan Indonesia meskipun masih bisa bertahan. Namun, dari iklim usaha masih bisa lesu apalagi bidang yang berhubungan dengan ekspor.

"Dengan demikian kita akan bisa melihat ada penurunan demand, penurunan permintaan, penurunan ekspor dan hal lainnya yang berkaitan dengan bisnis. Sementara itu, pelaku bisnis masih tetap harus bayar cicilan ke bank atau ada modal yang diperlukan karena sudah ekspansi maupun modal kerja," beber Yulius dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Intip Rumah Feng Shui Novak Djokovic Rp164 Miliar: Isinya Supermewah!

Lantaran omzet kurang dan masih dibutuhkan modal kerja, sambung Yulius, mereka akan mencari sumber pendanaan atau peminjaman modalnya.

Seperti diketahui, suku bunga bank naik sehingga mereka membutuhkan dana cepat dan tidak mau memakai pinjaman alternatif seperti pinjaman online (pinjol). Dengan demikian, investor diminta cermat menghitung keuangan di tahun kelinci air.

Untuk potensi resesi global, Yulius ingin sifat manusia lebih positif. Orang masih berpikiran sempit, jadi disarankan lebih mengambil sifat positif untuk bisnis lebih ekspresif, fleksibel, kerja keras dengan sikap antusias.

Baca juga: Fintech dalam Kehidupan Sehari-hari Gen Z, Ini Manfaatnya

Sesuai pesan presiden Joko Widodo, ungkap Yulius, kita harus bersikap optimis. Namun, kenyataannya masih banyak orang yang pesimis bahwa belum kondusifnya ekonomi membuat orang menjadi kehilangan harapan atau 'hopeless'.

"Hingga masa pandemi banyak yang rontok, tahun 2023 ini kita juga akan melihat khususnya kita antisipasi dari April sampai Oktober ada penuh perjuangan dalam hal ekonomi. Hopefully para investor bisa mengantisipasinya dari awal," tukasnya.

Terkait strategi investasi di saham untuk tahun yang akan datang, menurut Yulius lebih wait and see di 3 bulan awal, kemudian buy on weakness pada April-Oktober, dan melihat hasilnya di tahun 2024.

Sedangkan untuk investasi reksa dana juga bisa melakukan averaging, berjaga-jaga bilamana ada penurunan, unitnya bisa ditambah.

"Jadi. strategi ini penting artinya jangan terlalu gegabah untuk beli, jangan FOMO (fear of missing out) lah, biasa reli akhir tahun-awal tahun kan," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Infografis
7 Motor Tua dengan Harga...
7 Motor Tua dengan Harga Selangit di Sepanjang Tahun 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved