Dibuka Melemah, Tahun 2022 Jadi Periode Roller-Coaster buat Wall Street

Jum'at, 30 Desember 2022 - 22:55 WIB
loading...
Dibuka Melemah, Tahun...
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan akhir tahun. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada hari terakhir perdagangan saham tahun ini, Jumat (30/12). Koreksi ini sekaligus menandai tahun 2022 sebagai periode "roller-coaster" yang dipicu suku bunga agresif, tensi Rusia-Ukraina, hingga ancaman resesi global.

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat pada Akhir Tahun 2022, Nasdaq Terdongkrak 2,59%

Dow Jones Industrial Average (DJI) melemah 0,50% di 33.054,58, S&P 500 (SPX) turun 0,72% di 3.821,60, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) anjlok 1,05% di 10.368,42.

Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Tesla, Apple, dan Amazon.com. Tiga top gainers ditempati oleh Teledyne Technologies menanjak 0,37% di USD399,63, L3Harris Technologies naik 0,18% di USD207,03, dan General Mills tumbuh 0,18% di USD84,47, sedangkan top losers diduduki oleh Norwegian Cruise Line yang anjlok 2,25% di USD12,20, Caesars merosot 2,82% di USD40,27, dan EPAM Systems koreksi 2,04% di USD323,99.

Secara historis, ketiga indeks Wall Street membukukan penurunan sepanjang tahun ini, yang notabene pelemahan pertama setelah tiga tahun terakhir nyaman di zona positif. Dua indeks berada dalam jalur penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Lonjakan inflasi yang fantastis serta tren laju suku bunga menghadirkan kekhawatiran bagi pelaku pasar bahwa pengetatan moneter masih akan terus berlangsung hingga tahun 2023. Saat ini, pelaku pasar modal AS sedang fokus terhadap prospek pendapatan perusahaan akhir tahun, yang diharapkan dapat menggerakkan mesin optimisme di awal 2023, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (30/12/2022).

"(Paruh pertama) tahun 2023 akan lebih baik karena saya percaya The Fed akan berhenti menaikkan suku bunga. Dan saya juga percaya bahwa mereka akan merumuskannya," kata analis pasar Triple D Trading, Dennis Dick.

Sebelumnya, ketiga indeks Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Kamis setelah data pengangguran mengisyaratkan bahwa pengetatan kebijakan The Fed akan mulai berdampak terhadap pasar tenaga kerja AS.

Baca juga: Ferdy Sambo Cabut Gugatan ke Presiden dan Kapolri soal Pemecatan

Namun, tanda-tanda ketahanan ekonomi Amerika yang tersaji dalam sejumlah data makroekonomi memicu kekhawatiran bahwa laju suku bunga akan bertahan lebih lama, meskipun tekanan inflasi diproyeksikan melandai.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan...
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan Saham Dihentikan
Rekomendasi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved