Wall Street Babak Belur Menutup Tahun 2022, Penurunan Tahunan Terbesar Sejak Krisis 2008
Sabtu, 31 Desember 2022 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rusia Punya Pasar Migas Baru, 13,8 Miliar Meter Kubik Gas Dikirim ke China
Secara historis, benchmark S&P 500 (SPX) telah turun 19,4% tahun ini, atau setara USD 8 triliun. Nasdaq (IXIC) -sebagai indeks perusahaan teknologi- turun 33,1%, sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJI) keok 8,9%, dilansir Reuters, Sabtu (31/12/2022).
"Alasan makro utama ... berasal dari kombinasi peristiwa: gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung yang dimulai pada tahun 2020, lonjakan inflasi, hingga keterlambatan The Fed memulai program pengetatan suku bunga dalam upaya untuk menahan inflasi," kata Analis CFRA Research, Sam Stovall.
Pada momen libur natal dan tahun baru ini, para pelaku pasar Wall Street tengah fokus dalam memantau ketahanan ekonomi AS dan prospek kinerja perusahaan pada awal 2023 di tengah risiko resesi.
Indikator Fedwatch menunjukkan ada peluang sebesar 65% terhadap kenaikan suku bunga acuan AS alias fed rate 25 basis poin pada pertemuan The Fed atau Bank Sentral AS bulan Februari mendatang. Adapun proyeksi puncak suku bungaa diprediksi terjadi pada pertengahan 2023 sebesar 4,97%.
Secara historis, benchmark S&P 500 (SPX) telah turun 19,4% tahun ini, atau setara USD 8 triliun. Nasdaq (IXIC) -sebagai indeks perusahaan teknologi- turun 33,1%, sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJI) keok 8,9%, dilansir Reuters, Sabtu (31/12/2022).
"Alasan makro utama ... berasal dari kombinasi peristiwa: gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung yang dimulai pada tahun 2020, lonjakan inflasi, hingga keterlambatan The Fed memulai program pengetatan suku bunga dalam upaya untuk menahan inflasi," kata Analis CFRA Research, Sam Stovall.
Pada momen libur natal dan tahun baru ini, para pelaku pasar Wall Street tengah fokus dalam memantau ketahanan ekonomi AS dan prospek kinerja perusahaan pada awal 2023 di tengah risiko resesi.
Indikator Fedwatch menunjukkan ada peluang sebesar 65% terhadap kenaikan suku bunga acuan AS alias fed rate 25 basis poin pada pertemuan The Fed atau Bank Sentral AS bulan Februari mendatang. Adapun proyeksi puncak suku bungaa diprediksi terjadi pada pertengahan 2023 sebesar 4,97%.
(akr)
Lihat Juga :