Wall Street Babak Belur Menutup Tahun 2022, Penurunan Tahunan Terbesar Sejak Krisis 2008
Sabtu, 31 Desember 2022 - 08:50 WIB
loading...
Wall Street ditutup melemah pada Jumat (30/12) waktu setempat, menandai tekanan pada hari terakhir perdagangan tahun 2022. Foto/Dok
A
A
A
NEW YORK - Wall Street ditutup melemah pada Jumat (30/12) waktu setempat, menandai tekanan pada hari terakhir perdagangan tahun 2022. Persentase penurunan tahunan ketiganya menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan 2008 .
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup 2022 lebih rendah untuk membatasi kerugian tajam selama setahun yang didorong oleh kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengekang inflasi, kekhawatiran resesi, perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran atas kasus Covid-19 di China.
Baca Juga: Dibuka Melemah, Tahun 2022 Jadi Periode Roller-Coaster buat Wall Street
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,22% menjadi 33.147,25 dan S&P 500 (SPX) kehilangan 0,25% di level 3.839,50. Sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) merosot 0,11%, menjadi 10.466,48.
Kekhawatiran pasar terhadap laju suku bunga yang akhirnya melahirkan kebutuhan likuiditas di akhir tahun. Sentimen utama inflasi, tensi geopolitik, hingga ancaman risiko resesi global masih membayangi pasar, yang pada akhirnya mengusir 'Santa Claus Rally'.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup 2022 lebih rendah untuk membatasi kerugian tajam selama setahun yang didorong oleh kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengekang inflasi, kekhawatiran resesi, perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran atas kasus Covid-19 di China.
Baca Juga: Dibuka Melemah, Tahun 2022 Jadi Periode Roller-Coaster buat Wall Street
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,22% menjadi 33.147,25 dan S&P 500 (SPX) kehilangan 0,25% di level 3.839,50. Sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) merosot 0,11%, menjadi 10.466,48.
Kekhawatiran pasar terhadap laju suku bunga yang akhirnya melahirkan kebutuhan likuiditas di akhir tahun. Sentimen utama inflasi, tensi geopolitik, hingga ancaman risiko resesi global masih membayangi pasar, yang pada akhirnya mengusir 'Santa Claus Rally'.
Lihat Juga :