Ketakutan Inflasi Tinggi Masih Akan Membayangi Tahun Baru 2023

Sabtu, 31 Desember 2022 - 15:42 WIB
loading...
A A A
Ancaman dinamika saja sudah cukup untuk menggerakkan bank sentral agar bertindak. The Fed menjadi yang paling agresif, menaikkan suku bunga dari nol pada bulan Maret menjadi lebih dari 4% hari ini, untuk menjadi pengetatan moneter tertajamnya dalam empat dekade. Bank-bank sentral di seluruh dunia dari Stockholm hingga Sydney mengikuti jejaknya.

Salah satu cara untuk melihat prospek inflasi tahun 2023 adalah sebagai duel antara rebound supply dan penurunan permintaan. Tahun depan diyakini menjanjikan, dimana beberapa faktor yang memicu inflasi di awal tahun 2022 sudah mulai memudar.

Harga barang-barang konsumsi telah menurun karena rantai pasokan berangsur kembali normal. Harga minyak telah jatuh kembali ke level setahun yang lalu.

Kebijakan moneter yang lebih ketat dengan menekan permintaan juga mulai terjadi. Sektor yang paling sensitif terhadap suku bunga terpukul keras seperti pasar properti dengan minim transaksi.

Jika pemulihan pasokan terjadi cukup besar dan cepat, bank sentral mungkin dapat menghentikan pengetatan sebelum memicu resesi yang dalam.

Tetapi pada titik ini tampaknya lebih mungkin bahwa mereka akan memberikan dampak nyata pada ekonomi global. Pada tahun 2023 kekhawatiran inflasi dapat memicu kecemasan lain seperti pengangguran.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved