Penerapan Zero ODOL Diprediksi Picu Kenaikan Inflasi Tahun Ini hingga 1,5%
Senin, 02 Januari 2023 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat terpisah, Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) memaparkan, kebijakan Zero ODOL ini bisa memicu kenaikan harga hingga 50% yang berpotensi menimbulkan inflasi.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, kebijakan Zero ODOL ini bisa memicu kenaikan harga secara serentak. Padahal, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota sendiri tengah melakukan pemulihan ekonomi dan menjaga agar harga-harga tidak naik.
"Ya, pasti akan memicu harga naik. Bisa memicu kenaikan sampai 50 persen. Dalam ekonomi yang masih dalam kondisi yang masih perlu berhemat, sebaiknya tidak dulu dilakukan pada tahun 2023 ini. Karena pasti akan memicu harga naik, kalau harga naik kan pasti inflasi. Kalau kementerian memicu harga naik kan nggak sinkron jadinya," katanya.
Artinya, lanjut Adik, pemerintah saat ini sedang menjaga harga dengan operasi pasar. Tentunya agar inflasi tidak naik dan daya beli masyarakat tetap baik.
"Tapi kalau ini dipaksakan tahun 2023 ini pasti akan memicu kenaikan harga. Sementara daya beli masyarakat masih belum menentu. Sementara pemerintah menjaga agar daya beli itu tetap dengan modal operasi pasar untuk menekan inflasi," ujarnya.
Dengan keluarnya kebijakan Zero ODOL ini, Kadin Jatim akan mengajukan penolakan kepada pemerintah karena dapat memicu kenaikan harga yang tinggi, khususnya pada bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
"Ya akan mengajukan penolakan. Karena situasinya kurang bagus. Meskipun pengusaha tetap optimis, tapi ada pemicu, khususnya kebijakan pemerintah bisa memicu kenaikan harga. BBM sudah naik, oke lah BBM naik. Dengan adanya ini kan memicu harga naik, khususnya bahan pokok," pungkasnya.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, kebijakan Zero ODOL ini bisa memicu kenaikan harga secara serentak. Padahal, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota sendiri tengah melakukan pemulihan ekonomi dan menjaga agar harga-harga tidak naik.
"Ya, pasti akan memicu harga naik. Bisa memicu kenaikan sampai 50 persen. Dalam ekonomi yang masih dalam kondisi yang masih perlu berhemat, sebaiknya tidak dulu dilakukan pada tahun 2023 ini. Karena pasti akan memicu harga naik, kalau harga naik kan pasti inflasi. Kalau kementerian memicu harga naik kan nggak sinkron jadinya," katanya.
Artinya, lanjut Adik, pemerintah saat ini sedang menjaga harga dengan operasi pasar. Tentunya agar inflasi tidak naik dan daya beli masyarakat tetap baik.
"Tapi kalau ini dipaksakan tahun 2023 ini pasti akan memicu kenaikan harga. Sementara daya beli masyarakat masih belum menentu. Sementara pemerintah menjaga agar daya beli itu tetap dengan modal operasi pasar untuk menekan inflasi," ujarnya.
Dengan keluarnya kebijakan Zero ODOL ini, Kadin Jatim akan mengajukan penolakan kepada pemerintah karena dapat memicu kenaikan harga yang tinggi, khususnya pada bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
"Ya akan mengajukan penolakan. Karena situasinya kurang bagus. Meskipun pengusaha tetap optimis, tapi ada pemicu, khususnya kebijakan pemerintah bisa memicu kenaikan harga. BBM sudah naik, oke lah BBM naik. Dengan adanya ini kan memicu harga naik, khususnya bahan pokok," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :