Memasuki Tahun Krisis, Warga Pakistan Akan Dilarang Pakai Kipas Angin

Rabu, 04 Januari 2023 - 17:12 WIB
loading...
Memasuki Tahun Krisis,...
Pemerintah Pakistan mengeluarkan sejumlah kebijakan mentantisipasi badai krisis ekonomi tahun ini. FOTO/Antara Photo
A A A
JAKARTA - Pemerintah Pakistan telah memerintahkan pusat perbelanjaan dan pasar tutup lebih awal setiap hari menghadapi krisis ekonomi tahun ini. Menteri Pertahanan Khawaja Asif mengatakan langkah-langkah tersebut dianggap akan mampu menyelamatkan negara Asia Selatan itu dengan nilai ekonomi mencapai USD274,3 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.

Melansir BBC, krisis Pakistan berawal dari lonjakan harga energi sejak tahun lalu. Bagaimana tidak, sebagian besar kebutuhan energi di Pakistan menggunakan bahan bakar fosil impor. Saat Harga energi global melonjak tahun lalu, memberikan tekanan lebih lanjut terhadap keuangan negara.

Untuk membayar impor energi tersebut, negara membutuhkan mata uang asing, terutama dolar AS. Pemerintah Pakistan memiliki USD11,7 miliar mata uang asing yang tersedia bulan lalu setelah cadangan devisa turun sekitar 50% tahun lalu.

Baca Juga: Pakistan Gempar, Wanita Hindu Dibunuh Secara Brutal dan Dimutilasi

Cadangan devisa hanya cukup untuk menutupi sekitar satu bulan dari semua impor negara, yang sebagian besar adalah energi. Asif mengatakan bahwa pusat perbelanjaan dan pasar harus tutup lebih awal dan departemen pemerintah telah diperintahkan untuk mengurangi konsumsi listrik mereka sebesar 30%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved