25 Perusahaan dan 383 Jenis Aset Digital Siap Ramaikan Bursa Kripto
Jum'at, 06 Januari 2023 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
"Keterhubungan tersebut memungkinkan pengawasan silang antar-kelembagaan yang terdiri dari bursa, kliring, lembaga kustodian (pengelola tempat penyimpanan aset kripto), dan pedagang aset kripto atau exchanger," jelasnya.
Menurutnya, ekosistem perdagangan aset kripto bertujuan untuk melindungi setiap pihak yang bertransaksi dalam perdagangan aset kripto melalui skema pembagian risiko dan pengawasan antarkelembagaan tersebut.
"Langkah ini diambil untuk memberikan rasa kepercayaan dan kenyamanan bagi para pelanggan aset kripto di Indonesia," ujarnya.
Didid juga mengungkapkan bahwa perdagangan pasar fisik aset kripto terus mengalami peningkatan dan segmentasi pasarnya semakin luas. Capaian itu ditandai dengan nilai transaksi aset kripto di Indonesia yang mencatat jumlah sangat signifikan di tiga tahun terakhir.
“Nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp64,9 triliun, kemudian meningkat sangat pesat pada 2021 menjadi Rp859,4 triliun, dan menurun pada 2022 menjadi Rp296,66 triliun sampai dengan November," terangnya.
Menurutnya, ekosistem perdagangan aset kripto bertujuan untuk melindungi setiap pihak yang bertransaksi dalam perdagangan aset kripto melalui skema pembagian risiko dan pengawasan antarkelembagaan tersebut.
"Langkah ini diambil untuk memberikan rasa kepercayaan dan kenyamanan bagi para pelanggan aset kripto di Indonesia," ujarnya.
Didid juga mengungkapkan bahwa perdagangan pasar fisik aset kripto terus mengalami peningkatan dan segmentasi pasarnya semakin luas. Capaian itu ditandai dengan nilai transaksi aset kripto di Indonesia yang mencatat jumlah sangat signifikan di tiga tahun terakhir.
“Nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp64,9 triliun, kemudian meningkat sangat pesat pada 2021 menjadi Rp859,4 triliun, dan menurun pada 2022 menjadi Rp296,66 triliun sampai dengan November," terangnya.
Lihat Juga :