Mengenal 7 Perusahaan Kontraktor Terbesar di Indonesia, dari Jalan Tol hingga Stadion GBK
Rabu, 18 Januari 2023 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Pasca transformasi pada tahun 1960, Hutama Karya telah banyak memiliki hasil konstruksi yang cukup dikenal. Di antaranya adalah Gedung DPR/MPR RI di Senayan, hingga Monumen Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta.
Pada kurun waktu 1970an, Hutama Karya menjadi inovator sistem prategang BBRV dari Swiss. Selain itu, mereka juga mengalami perubahan status menjadi PT Hutama Karya (Persero).
Seiring waktu, Hutama Karya terus berkembang dengan mengikuti kemajuan zaman dan teknologi. Pada tahun 2014, mereka ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan jalan tol Trans-Sumatera.
Sampai pada tahun 2022, perusahaan konstruksi ini telah mensukseskan tugasnya dan mengoperasikan kurang lebih 532,8 km jalan tol. Adapun proyek jalan tol Trans-Sumatera ini akan terus dibangun untuk menghubungkan Lampung hingga Aceh.
3. PT PP
PT PP (Persero) Tbk telah beroperasi dalam bisnis konstruksi nasional sejak lebih dari 6 dekade terakhir. Mengutip laman resminya, awalnya perusahaan ini didirikan dengan nama NV Pembangunan Perumahan berdasarkan Akta Notaris No 48 tanggal 26 Agustus 1953.
Seiring waktu, perusahaan tersebut sempat beberapa kali berganti nama, hingga pada akhirnya menjadi PT PP (Persero) yang dikuatkan Akta No 48 tanggal 15 Maret 1973. Adapun untuk operasi intinya adalah di bidang jasa konstruksi.
Baca juga : 5 Perusahaan Indonesia yang Go Internasional, Didominasi BUMN
4. PT Nindya Karya
Perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang berikutnya adalah PT Nindya Karya. Sebagai perusahaan konstruksi, mereka telah banyak membangun berbagai proyek besar di tanah air.
Dalam sejarahnya, Nindya Karya berawal dari sebuah perusahaan bernama N.V. Nederlands Aannemings Maastchappy (NEDAM) pada 1877. Pasca kemerdekaan, perusahaan milik Belanda dinasionalisasikan.
Berdasarkan surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 5 tahun 1960, nama perusahaan berganti menjadi Perusahaan Bangunan Nindya Karya. Setahun berselang, namanya kembali berubah menjadi Perusahaan Negara Nindya Karya.
Pada kurun waktu 1970an, Hutama Karya menjadi inovator sistem prategang BBRV dari Swiss. Selain itu, mereka juga mengalami perubahan status menjadi PT Hutama Karya (Persero).
Seiring waktu, Hutama Karya terus berkembang dengan mengikuti kemajuan zaman dan teknologi. Pada tahun 2014, mereka ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan jalan tol Trans-Sumatera.
Sampai pada tahun 2022, perusahaan konstruksi ini telah mensukseskan tugasnya dan mengoperasikan kurang lebih 532,8 km jalan tol. Adapun proyek jalan tol Trans-Sumatera ini akan terus dibangun untuk menghubungkan Lampung hingga Aceh.
3. PT PP
PT PP (Persero) Tbk telah beroperasi dalam bisnis konstruksi nasional sejak lebih dari 6 dekade terakhir. Mengutip laman resminya, awalnya perusahaan ini didirikan dengan nama NV Pembangunan Perumahan berdasarkan Akta Notaris No 48 tanggal 26 Agustus 1953.
Seiring waktu, perusahaan tersebut sempat beberapa kali berganti nama, hingga pada akhirnya menjadi PT PP (Persero) yang dikuatkan Akta No 48 tanggal 15 Maret 1973. Adapun untuk operasi intinya adalah di bidang jasa konstruksi.
Baca juga : 5 Perusahaan Indonesia yang Go Internasional, Didominasi BUMN
4. PT Nindya Karya
Perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang berikutnya adalah PT Nindya Karya. Sebagai perusahaan konstruksi, mereka telah banyak membangun berbagai proyek besar di tanah air.
Dalam sejarahnya, Nindya Karya berawal dari sebuah perusahaan bernama N.V. Nederlands Aannemings Maastchappy (NEDAM) pada 1877. Pasca kemerdekaan, perusahaan milik Belanda dinasionalisasikan.
Berdasarkan surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 5 tahun 1960, nama perusahaan berganti menjadi Perusahaan Bangunan Nindya Karya. Setahun berselang, namanya kembali berubah menjadi Perusahaan Negara Nindya Karya.
Lihat Juga :