Harga Emas Dunia Menguat ke USD1.918,34 per Troyounce, Ini Pendorongnya
Rabu, 18 Januari 2023 - 22:59 WIB
loading...
Harga emas menguat. Ilustrasi foto/pexels/pixabay
A
A
A
JAKARTA - Harga emas dunia menguat ke USD1.918,34 per troyounce pada perdagangan pasar Eropa, Rabu (18/1/2023) malam ini. Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, logam kuning melayang di bawah level tertinggi selama delapan bulan.
Hal ini karena pasar stabil sebelum banyak pembicaraan Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis minggu ini.
"Sementara ekspektasi Fed yang kurang hawkish dan potensi resesi mendorong kenaikan kuat emas selama dua minggu terakhir," ungkap Ibrahim dalam rilis hariannya.
Lebih lanjut dia menuturkan, rentetan pembacaan ekonomi AS juga diatur untuk menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana kinerja ekonomi terbesar dunia hingga Desember, dimulai dengan inflasi indeks harga produsen, penjualan ritel, dan data produksi industri yang akan dirilis.
Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 1.022.000 per Gram
Di sisi lain, dolar mendapatkan kembali kekuatan terhadap sekeranjang mata uang minggu ini, pulih dari level terendah lebih dari tujuh bulan.
Kendati demikian, menurut Ibrahim, keuntungan dalam greenback terbatas karena pasar juga menunggu pertemuan kebijakan Bank Jepang di kemudian hari.
"Setiap sinyal hawkish dari bank sentral dapat mengguncang dolar dan memberikan lebih banyak dukungan untuk emas, terutama karena pengetatan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ menyebabkan lebih banyak tantangan ekonomi global," bebernya.
Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Area SUTT Diobrak-abrik Polisi, 2 Pekerja Ditangkap
Lebih lanjut Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan besok, Kamis (19/1) harga emas dunia akan diperdagangkan menguat di kisaran USD1.895-1.938 per troyounce.
Hal ini karena pasar stabil sebelum banyak pembicaraan Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis minggu ini.
"Sementara ekspektasi Fed yang kurang hawkish dan potensi resesi mendorong kenaikan kuat emas selama dua minggu terakhir," ungkap Ibrahim dalam rilis hariannya.
Lebih lanjut dia menuturkan, rentetan pembacaan ekonomi AS juga diatur untuk menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana kinerja ekonomi terbesar dunia hingga Desember, dimulai dengan inflasi indeks harga produsen, penjualan ritel, dan data produksi industri yang akan dirilis.
Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 1.022.000 per Gram
Di sisi lain, dolar mendapatkan kembali kekuatan terhadap sekeranjang mata uang minggu ini, pulih dari level terendah lebih dari tujuh bulan.
Kendati demikian, menurut Ibrahim, keuntungan dalam greenback terbatas karena pasar juga menunggu pertemuan kebijakan Bank Jepang di kemudian hari.
"Setiap sinyal hawkish dari bank sentral dapat mengguncang dolar dan memberikan lebih banyak dukungan untuk emas, terutama karena pengetatan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ menyebabkan lebih banyak tantangan ekonomi global," bebernya.
Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Area SUTT Diobrak-abrik Polisi, 2 Pekerja Ditangkap
Lebih lanjut Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan besok, Kamis (19/1) harga emas dunia akan diperdagangkan menguat di kisaran USD1.895-1.938 per troyounce.
(ind)
Lihat Juga :