IHSG Ditutup Anjlok Iringi Pelemahan Bursa Utama Asia
Jum'at, 29 April 2016 - 16:40 WIB
IHSG Ditutup Anjlok Iringi Pelemahan Bursa Utama Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup anjlok ke zona merah saat mayoritas bursa utama Asia mengalami tekanan. IHSG akhir pekan berakhir melemah 9,81 poin atau 0,20% ke level 4.838,58
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 13,76 poin atau 0,28% ke level 4.834,63 dan pada sesi I masih juga belum beranjak menyusut 17,83 poin atau 0,37% ke level 4.830,56. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 38,16 poin atau 0,79% ke level 4.814,85.
Dilansir CNBC, Jumat (29/4/2016) mayoritas bursa utama Asia melemah pada akhir pekan, ketika para investor masih dikagetkan oleh keputusan Bank Sentral terkait kebijakan moneter mereka. Seperti diketahui The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) memilih untuk menunda kenaikan suku bunga acuan (Fed rate), lantaran ekonomi mereka mengalami perlambatan.
Selanjutnya pada tengah pekan kemarin, Bank Sentral Jepang (Bank Of Japan/BOJ) secara tiba-tiba memutuskan untuk tetap menggunakan suku bunga negatif 0,1%, untuk membuat pasar kecewa karena telah berharap adanya stimulus lanjutan. Sementara hari ini mayoritas bursa utama Asia masih mengalami tekanan, namun bursa Australia justru tercatat naik 26,60 poin atau 0,50% ke level 5.316,00.
Adapun indeks Hang Seng merosot cukup dalam berkurang 320,98 poin atau 1,50% ke level 21.067,05 diikuti kejatuhan indeks Shanghai sebesar 7,27 poin atau 0,25% ke level 2.938,32. Selanjutnya Straits Times anjlok 22,94 poin atau 0,80% ke level 2.839,36, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menyusut 0,34%.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah properti yang melemah 0,83% dilanjutkan sektor pertanian berkurang 0,80%. Sementara sektor yang menguat tertinggi adalah konsumen dengan kenaikan 0,47%
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 5,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp400,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,34 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,94 triliun. Tercatat 128 saham menguat, 195 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp250 menjadi Rp35.250, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) menguat Rp210 menjadi Rp1.500 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik Rp175 menjadi Rp7.125.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.300 menjadi Rp69.250 dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) berkurang Rp220 menjadi Rp2.175.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 13,76 poin atau 0,28% ke level 4.834,63 dan pada sesi I masih juga belum beranjak menyusut 17,83 poin atau 0,37% ke level 4.830,56. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 38,16 poin atau 0,79% ke level 4.814,85.
Dilansir CNBC, Jumat (29/4/2016) mayoritas bursa utama Asia melemah pada akhir pekan, ketika para investor masih dikagetkan oleh keputusan Bank Sentral terkait kebijakan moneter mereka. Seperti diketahui The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) memilih untuk menunda kenaikan suku bunga acuan (Fed rate), lantaran ekonomi mereka mengalami perlambatan.
Selanjutnya pada tengah pekan kemarin, Bank Sentral Jepang (Bank Of Japan/BOJ) secara tiba-tiba memutuskan untuk tetap menggunakan suku bunga negatif 0,1%, untuk membuat pasar kecewa karena telah berharap adanya stimulus lanjutan. Sementara hari ini mayoritas bursa utama Asia masih mengalami tekanan, namun bursa Australia justru tercatat naik 26,60 poin atau 0,50% ke level 5.316,00.
Adapun indeks Hang Seng merosot cukup dalam berkurang 320,98 poin atau 1,50% ke level 21.067,05 diikuti kejatuhan indeks Shanghai sebesar 7,27 poin atau 0,25% ke level 2.938,32. Selanjutnya Straits Times anjlok 22,94 poin atau 0,80% ke level 2.839,36, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menyusut 0,34%.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah properti yang melemah 0,83% dilanjutkan sektor pertanian berkurang 0,80%. Sementara sektor yang menguat tertinggi adalah konsumen dengan kenaikan 0,47%
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 5,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp400,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,34 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,94 triliun. Tercatat 128 saham menguat, 195 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp250 menjadi Rp35.250, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) menguat Rp210 menjadi Rp1.500 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik Rp175 menjadi Rp7.125.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.300 menjadi Rp69.250 dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) berkurang Rp220 menjadi Rp2.175.
(akr)
Lihat Juga :