IHSG Akhir Pekan Bakal Menguat Terbatas di Level 4.745
Jum'at, 13 Mei 2016 - 08:21 WIB
IHSG Akhir Pekan Bakal Menguat Terbatas di Level 4.745
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran level 4.745–4.854. Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menerangkan IHSG masih akan bergerak secara konsolidatif berada di level support 4.745 yang terlihat cukup kuat bertahan serta potensi penguatan masih terlihat cukup besar.
"Bagi investor, jika terjadi peluang koreksi sehat dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/5/2016).
Lanjut dia mengingat kondisi penentuan rating dari S&P juga akan memberikan sentimen positif jika memang terealisasi naik ke investment grade.
"Selain daripada itu jelang rilis data perekonomian pekan depan akan cukup mempengaruhi pola gerak IHSG, hanya perlu tetap diwaspadai akan gejolak harga komoditas masih akan terus berpengaruh terhadap kondisi pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas," tutupnya.
Sementara menurut Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memprediksi IHSG masih akan bergerak mencoba menguat pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 4.794-4.835. Menurutnya secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada MA7 dan berhasil bertahan diatas 4800.
Indikasi cukup positif dengan indikator stochastic yang bergerak kian menguat didampingi penguatan histogram pada indikator MACD. "Pendeteksi trend pada indikator ADX pun terlihat mulai terlihat keluar dari bearish trend jangka pendeknya," ucapnya.
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya diakhir pekan akan dibanjiri oleh data ekonomi di Jerman dimana terdapat data Inflasi dan GDP dengan survey yang kurang baik. GDP Eropa dan penjualan ritel di AS. Sementara IHSG kemarin demikian bergerak cenderung mixed dengan ditutup menguat tipis 3,35 poin sebesar 0,07% dilevel 4.803,32 meskipun dengan volume yang cenderung sepi.
Investor asing lebih mendominasi melakukan aksi beli dengan tercatat net buy Rp368,53 miliar yang merupakan aksi net buy terbesar bulan ini. "Terlihat Saham TLKM masih menjadi target utama investor asing pada perdagangan hari ini dengan pembelian bersih sebesar Rp316,30 miliar," pungkasnya.
"Bagi investor, jika terjadi peluang koreksi sehat dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/5/2016).
Lanjut dia mengingat kondisi penentuan rating dari S&P juga akan memberikan sentimen positif jika memang terealisasi naik ke investment grade.
"Selain daripada itu jelang rilis data perekonomian pekan depan akan cukup mempengaruhi pola gerak IHSG, hanya perlu tetap diwaspadai akan gejolak harga komoditas masih akan terus berpengaruh terhadap kondisi pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas," tutupnya.
Sementara menurut Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memprediksi IHSG masih akan bergerak mencoba menguat pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 4.794-4.835. Menurutnya secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada MA7 dan berhasil bertahan diatas 4800.
Indikasi cukup positif dengan indikator stochastic yang bergerak kian menguat didampingi penguatan histogram pada indikator MACD. "Pendeteksi trend pada indikator ADX pun terlihat mulai terlihat keluar dari bearish trend jangka pendeknya," ucapnya.
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya diakhir pekan akan dibanjiri oleh data ekonomi di Jerman dimana terdapat data Inflasi dan GDP dengan survey yang kurang baik. GDP Eropa dan penjualan ritel di AS. Sementara IHSG kemarin demikian bergerak cenderung mixed dengan ditutup menguat tipis 3,35 poin sebesar 0,07% dilevel 4.803,32 meskipun dengan volume yang cenderung sepi.
Investor asing lebih mendominasi melakukan aksi beli dengan tercatat net buy Rp368,53 miliar yang merupakan aksi net buy terbesar bulan ini. "Terlihat Saham TLKM masih menjadi target utama investor asing pada perdagangan hari ini dengan pembelian bersih sebesar Rp316,30 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :