Regulasi Berubah, Pencairan JHT Meningkat Capai Rp2 Triliun

Selasa, 31 Mei 2016 - 16:12 WIB
Regulasi Berubah, Pencairan...
Regulasi Berubah, Pencairan JHT Meningkat Capai Rp2 Triliun
A A A
JAKARTA - Direktur Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis mengatakan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) sejak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 berlaku pada 1 Juli 2015, telah mencapai hampir Rp2 Triliun. Tren pencairan dana JHT yang dilakukan para pekerja pasca perubahan regulasi didukung pula oleh tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang meningkat tajam.

Seperti diketahui, PP No 46 tahun 2015 yang berlaku pertengahan tahun lalu yakni tentang penyelenggaraan program JHT memungkinkan pekerja untuk mencairkan dana JHT yang mereka miliki tanpa melihat masa kepesertaan peserta yang sebelumnya diatur selama 5 tahun 1 bulan.

"Sejak diberlakukan, hampir Rp2 triliun yang dicairkan. Intinya dari segi rupiah, kenaikan pembayaran JHT mencapai 1, 5 kali lipat," kata Ilyas di Jakarta, Selasa (31/5/2016).

(Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 22 Juta Peserta)

Dari segi yang mengambil, lanjut dia juga tercatat cukup tajam kenaikannya. Sejak bulan September 2015 yang mencairkan ada 316 ribu, dan rata-rata 3 kali dari jumlah sebelum peraturan tersebut terbit.

"Berdasarkan data yang kami miliki juga, tercatat hingga 7500 permintaan klaim perhari sejak November 2015-Maret 2016 dengan jumlah Rp50-55 miliar per hari pada periode Januari-Maret 2016. Dengan kata lain, JHT tersebut meningkat 266%," kata dia.

Dia menambahkan secara visualisasi, kantor-kantor BPJS Ketenagakerjaan mengalami crowded karena banyak yang mengajukan klaim pencairan. "Antrian panjang. Bahkan kantor di Cilandak itu jam setengah enam sudah banyak yang ngantri. Jadi pegawai-pegawai kami buka sampai malam. Bahkan Sabtu, Minggu mereka tetap masuk," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
9 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
9 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
9 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
9 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
10 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved