Rupiah Terapresiasi 4,7% hingga Juli 2016

Senin, 08 Agustus 2016 - 18:31 WIB
Rupiah Terapresiasi...
Rupiah Terapresiasi 4,7% hingga Juli 2016
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menuturkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan performa. Rupiah hingga Juli 2016 tercatat menguat atau terapresiasi 4,7%.

Menurutnya, penguatan nilai tukar mata uang Garuda tersebut didorong mulai meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi Tanah Air. Akibatnya, rupiah terus mengalami penguatan seiring terjaganya angka inflasi pada level rendah, serta defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus menurun.

"Setelah mengalami depresiasi pada 2014, rupiah membuat perubahan di September 2015 dan melanjutkan tren penguatan di 2016. Sampai minggu pertama Juli 2016, rupiah menguat sekitar 4,7% dan menyentuh level Rp13.117/USD," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Sementara, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, terdongkraknya nilai tukar mata uang Garuda disebabkan karena aliran dana yang masuk (capital inflow) semakin deras. Tercatat, capital inflow yang masuk pada pekan lalu mencapai Rp130 triliun.

Derasnya aliran dana yang masuk tersebut salah satunya dipengaruhi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang diimplementasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Juli 2016.‎ Selain itu, hal tersebut juga dipengaruhi suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) yang kenaikannya tidak terlalu besar.

"Minggu lalu sekitar Rp130 triliun, angka persisnya harus saya cek tapi aliran dana masuk terus masuk. Banyak faktor (capital inflow) Fed Rate naik tidak tinggi, penempatan investasi Indonesia termasuk yang menarik bukan hanya suku bunga tapi juga prospek ekonomi dan aliran Tax Amnesty," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
9 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
10 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
13 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
13 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
13 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
13 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved