Indonesia Sampaikan Tujuh Isu Penting Pilar Ekonomi Asia-Pasifik

Selasa, 06 September 2016 - 23:33 WIB
Indonesia Sampaikan...
Indonesia Sampaikan Tujuh Isu Penting Pilar Ekonomi Asia-Pasifik
A A A
VIENTIANE - Delegasi Indonesia menyampaikan tujuh isu strategis dalam pertemuan Pilar Ekonomi Asia-Pasifik (APSC). Pada pertemuan tingkat menteri dalam KTT ASEAN ke 28 tersebut, Delegasi Indonesia diwakilkan Menko Polhukam Wiranto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Kita berbicara sejauh mana pilar politik dan keamanan ini diimplementasikan dalam mencapai visi ASEAN tahun 2025. Ada tujuh poin yang kami disampaikan," kata Menlu Retno, di Lao National Convention Center, Vientiane, Laos, Selasa (6/9/2016).

Tujuh poin yang disampaikan, pertama mengenai masalah perdagangan manusia. Indonesia saat ini sedang menjalankan ratifikasi ASEAN soal perdagangan manusia, khususnya perempuan dan anak-anak.

"Tentunya kita menyampaikan pentingnya untuk meng-address root causes dan juga pada saat yang sama kita perlu memperhatikan penghormatan kepada hak asasi manusia," ujarnya.

Isu yang kedua, adalah penyelundupan dan perdagangan obat terlarang. Sekali lagi, Indonesia menyampaikan masalah ini menjadi alarm penting untuk melakukan pencegahan.

"Kita Indonesia dalam situasi darurat terkait masalah narkoba dan kita menyambut baik adanya new sectoral body di dalam APSC yang melakukan drug free ASEAN. Pada Juli 2012, kita menjadi tuan rumah 1st ASEAN Sea Port Interdiction Task Force (ASITF), yang poin utamanya isu drug trafficking," ungkapnya. (Baca: Jokowi Serukan Penguatan Kerja sama Ekonomi ASEAN)

Isu ketiga mengenai masalah terorisme and radikalisme. Pada Agustus lalu Indonesia menjadi tuan rumah International Meeting on Countering ‎Terorism di Bali. Dan mendorong ASEAN Confession on Counter Terorism, sebuah mekanisme dalam rangka menangkal terorisme dan radikalisme.

"Isu keempat mengenai Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Indonesia menekankan pentingnya kerja sama yang erat dalam menangani kasus kegiatan perikanan ilegal," tukasnya.

Kelima adalah keamanan di Laut Sulu dan wilayah peraiaran di sekitarnya. Indonesia meminta sekali lagi perlunya kerja sama Indonesia, Filipina dan Malaysia untuk menjamin keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya. Isu ini sudah disampaikan pada ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM) bulan Juli lalu.

Keenam, kata Menlu, masalah Cyber Security. Pihaknya menyambut baik didirikannya working group baru mengenai cyber security dalam konteks ADMN+.

"Dan isu yang terakhir adalah mengenai penghormatan terhadap HAM. Kita melihat perlunya pemberdayaan ASEAN Intergovernmental Comission on Human Right. Sekali lagi kita bicara masalah penghormatan terhadap human rights, maka isu mengenai migrant workers selalu disampaikan oleh Indonesia," bebernya.
(ven,vhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Dorong Harmonisasi...
KKP Dorong Harmonisasi Perikanan Berkelanjutan Regional Asia Tenggara
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Di Hadapan Dunia, RI...
Di Hadapan Dunia, RI Tekankan Pentingnya Ekonomi Kelautan Pasca-Covid-19
Dongkrak Ekonomi, KKP...
Dongkrak Ekonomi, KKP Kembangkan Potensi Kelautan Perikanan di Banten
Kadin Ingin Sektor Kelautan...
Kadin Ingin Sektor Kelautan dan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi
Pengungkit Ekonomi Masyarakat...
Pengungkit Ekonomi Masyarakat Biak, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Jadi Andalan
Berita Terkini
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
32 menit yang lalu
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
1 jam yang lalu
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
1 jam yang lalu
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
1 jam yang lalu
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
1 jam yang lalu
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved