alexa snippet

Taksi Online Dituding Matikan 21.000 Taksi Konvensional

Taksi Online Dituding Matikan 21.000 Taksi Konvensional
Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengungkapkan, separuh taksi konvensional di Jabodetabek sudah tidak lagi beroperasi saat ini terimbas kehadiran taksi online. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengungkapkan, separuh taksi konvensional di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang- Bekasi) sudah tidak lagi beroperasi saat ini. Pasalnya keberadaan taksi konvensional sudah tergerus dengan kehadiran taksi berbasis online.

Sekjen DPP Organda Ateng Aryono mengatakan, dulu jumlah taksi konvensional yang beroperasi di Jabodetabek sebanyak 42.000 armada. Sekarang industri tersebut sudah mulai lesu dan bahkan ada perusahaan taksi gulung tikar. "Industri ini habis, dari 42 ribu armada di Jabodetabek, sekarang yang beroperasi tinggal separuhnya. Beberapa perusahaan tutup," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

(Baca Juga: Taksi Online Didesak Tak Beroperasi Sebelum Kantongi Izin)

Lebih lanjut dia menerangkan perusahaan taksi online tidak bisa begitu saja mengklaim sudah menyediakan lapangan kerja. Padahal menurutnya di sisi lain, taksi online justru mematikan pihak yang selama ini sudah menjalankan aturan secara kompeten.

"Dalam kondisi seperti ini dilihat teman-teman berbasis platform datang dinilai ciptakan lapangan kerja. Mereka ciptakan lapangan kerja, tapi habisi yang lebih kompeten," katanya.

Dia menambahkan keberadaan taksi online, telah menganggu moda transportasi yang sudah ada sebelumnya. Bahkan Ateng mengungkapkan terkesan mau dihabisi dengan adanya perang tarif secara frontal.

"Ini mengganggu moda transportasi yang sebelumnya telah ada dalam hal ini taksi konvensional. Bahkan mau dihabisi, caranya tarif mereka diturunkan separuh pada tempo tertentu, ini menjadi predator untuk separuh harga taksi. Pada mau beli film bajakan atau original? Beli original saya setuju, tapi faktanya konterbajakan lebih banyak karena lebih disukai harga yang murah, sensitive price," pungkasnya.



(akr)
dibaca 2.990x
loading gif
Top