alexa snippet

Dua Tahun Jokowi-JK

Dua Tahun Jokowi-JK, Stabilitas Harga Pangan Sebatas Angan-angan

Dua Tahun Jokowi-JK, Stabilitas Harga Pangan Sebatas Angan-angan
Dua Tahun Jokowi-JK, Stabilitas Harga Pangan Sebatas Angan-angan
A+ A-
PEMERINTAHAN Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) genap berusia dua tahun pada pekan ini. Sepanjang perjalanannya, banyak masalah yang belum berhasil diselesaikan, salah satu yang mencuat: harga pangan. Indikatornya terlihat dari masih mahalnya harga daging sapi dan sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.

Seperti yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi, Jawa Timur. Pantauan MNC Media, beberapa pedagang sapi mengeluh lantaran harga daging sapi masih betah di zona nyamannya, yaitu Rp120.000 per kilogram. Kejadian ini sudah berlangsung sebulan terakhir. Bahkan di beberapa daerah, harganya ada yang lebih dari itu.

Zaini, salah seorang pedagang sapi berujar mahalnya harga daging sapi akibat stok sapi di Banyuwangi, semakin hari terus berkurang. Ia pun mengaku tidak tahu penyebab berkurangnya sapi di pasaran. “Kami hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan menanggulangi kondisi ini. Sehingga harga daging sapi bisa turun, biar omzet pedagang tidak tergerus,” lirihnya kepada MNC Media, Rabu (19/10/2016).

Sejatinya pemerintah sudah melakukan sejumlah “mantera” demi menekan gejolak harga daging sapi. Mulai dari membuka impor daging sapi beku pada swasta dan BUMN, operasi pasar, sampai dengan mendatangkan 100.000 ton daging kerbau dari India. Pemerintah juga berencana mendatangkan 700.000 sapi bakalan hingga akhir 2017. (Baca: Operasi Pasar di Daerah Ini Malah Melejitkan Harga)

Belum lama ini, pemerintah pun menggelar Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan. Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, pemerintah berikhtiar menstabilkan harga pangan. “Kita menargetkan impor daging hingga 100.000 ton, sebanyak 70.000 ton hingga akhir Desember 2016. Ini untuk menekan harga yang masih tinggi dan menyiapkan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2017,” ujar Darmin pada medio September kemarin.

Dua Tahun Jokowi JK Harga Pangan Masih Mahal

Sembari melakukan persiapan, pemerintah mengakui sepanjang dua tahun ini, harga pangan masih belum sesuai harapan masyarakat dan Nawa Cita Jokowi-JK. Stabilitas harga pangan masih di angan-angan. “Hingga saat ini, kami belum mampu mewujudkan cita-cita Jokowi untuk menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Politikus NasDem itu menambahkan, bahwa Jokowi selalu mewanti-wanti para pembantunya agar terus mengawasi harga pangan di pasaran. “Beliau (Jokowi) menegur kami terus, semua para menteri untuk mengawasi harga pangan supaya tidak terjadi gejolak,” sambungnya.

Adapun untuk kebutuhan pokok lainnya, Enggar mengklaim saat ini harga relatif stabil, yaitu harga bawang merah dan beras.

Nah, terkait stabilitas harga pangan, Ridwan Rais Nomor 5--kantor Kementerian Perdagangan--telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

dibaca 4.774x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top