alexa snippet

Tom Lembong Sebut Keanggotaan OPEC Tak Menguntungkan RI

Tom Lembong Sebut Keanggotaan OPEC Tak Menguntungkan RI
Kepala BKPM Tom Lembong menilai Indonesia tidak mendapat keuntungan apapun dari keanggotaannya di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengaku senang dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, untuk keluar dari keanggotaan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC). Pasalnya, Indonesia dinilai tidak mendapat keuntungan apapun dari keanggotaannya di OPEC.

(Baca Juga: Diminta Pangkas Produksi 5% Jadi Alasan RI Keluar dari OPEC)

Pria yang biasa disapa Tom Lembong itu mengaku tidak mengerti alasan di balik keputusan Indonesia untuk masuk kembali dalam keanggotaan OPEC beberapa waktu lalu. Seperti diketahui Menteri ESDM yang kala itu masih dijabat oleh Sudirman Said memutuskan masuk ke OPEC setelah sempat keluar, dengan tujuan agar dapat mengetahui informasi terkini mengenai industri minyak dunia.

"‎Kalau saya pribadi sih malah senang. Saya terus terang secara pribadi tidak pernah mengerti kenapa kita masuk ke OPEC. Maaf ya, karena kita sudah lama tidak menjadi negara eksportir. Jadi saya kurang mengerti waktu kita kembali masuk. Jadi buat apa," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

(Baca Juga: Menko Darmin Pastikan Dampak RI Tinggalkan OPEC Tak Besar)

Menurutnya, Indonesia lebih baik fokus pada masalah yang ada di dalam negeri. Jika masih di OPEC, Indonesia hanya akan terseret pada masalah kartel minyak. "‎Saya kira begitu. Kita bisa fokus ke masalah sendiri. Kalau kita masih di OPEC, kita akan terseret-seret masalah kartel itu. Masalah konsorsium itu," imbuh dia.

Dengan menjadi anggota OPEC, tambah mantan Menteri Perdagangan (Mendag) ini, Indonesia hanya akan sibuk berdebat mengenai jatah produksi negara-negara eksportir minyak seperti Irak, Iran, ataupun Libya. Dia menilai, Indonesia tidak perlu ikut dalam keanggotaan yang tidak jelas keuntungannya.

"Jadi enggak usah ikutan forum yang enggak jelas benefitnya. Ngapain kita urusin jatah produksinya Iran, Irak, Libya. Mendingan kita fokus membenahi sektor migas di dalam negeri dulu," tandasnya.



(akr)
dibaca 4.003x
loading gif
Top