Glencore dan Qatar Beli Saham Perusahaan Minyak Terbesar Rusia Rp151 Triliun

Kamis, 08 Desember 2016 - 23:21 WIB
Glencore dan Qatar Beli...
Glencore dan Qatar Beli Saham Perusahaan Minyak Terbesar Rusia Rp151 Triliun
A A A
KREMLIN - Perusahaan energi yang bermarkas di Swiss, Glencore bersama Qatar Sovereign Wealth Fund membeli 19,5% saham Rosneft, perusahaan minyak terbear di Rusia dengan nilai USD11,3 miliar atau setara dengan Rp151 triliun (estimasi kurs Rp13.368/USD).

Melansir dari BBC, Kamis (8/12/2016), pembelian tersebut diumumkan oleh Kremlin. “Ini adalah kesepakatan privatisasi terbesar. Penjualan terbesar dan akuisisi di sektor mintak dan gas pada 2016,” terang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Aksi korporasi yang dilakukan Glencore dan Qatar yang membayar USD11,3 miliar saham Rosneft merupakan langkah mengejutkan. Pasalnya, British Petroleum (BP) telah memiliki 19,75% saham di Rosneft.

Penjualan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Rusia untuk menjual beberapa aset negara demi membantu menyeimbangkan anggaran di tengah resesi selama dua tahun belakangan, yang disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia dan sanksi Barat atas aksi Rusia terhadap Ukraina.

Kesepakatan pembelian ini juga menandai perubahan haluan dari Glencore, untuk terdaftar di London. Dan mereka telah melihat jatuhnya harga saham mereka di tengah rencana untuk menjual aset dan memotong utang yang besar.

Strategi Glencore membuat saham mereka beranjak pulih pada tahun ini. Sementara itu, Qatar Investment Authority merupakan salah satu investor terbesar di Glencore.

Terkait penjualan itu, Presiden Putin dan Kepala Eksekutif Rosneft Igor Sechin, telah berbicara panjang bahwa kesepakatan itu mengikuti reli harga minyak dunia usai OPEC memutuskan memangkas produksi. Meski demikian Moskow tetap akan menjaga dan mengendalikan saham.

Dan Sechin mengatakan bahwa Glencore dan Qatar Sovereign Wealth Fund akan membentik konsorsium dan memiliki saham yang sama. Dia menambahkan bahwa Rosneft telah melakukan pembicaraan dengan lebih dari 30 penawar potensial sebelum memutuskan kesepakatan.

Glencore menyatakan bahwa mereka akan membiayai bagian dari kesepakatan dengan memasang 300 juta euro dari ekuitas sendiri. Dan sisanya dibiayai dari bank dan Qatar Sovereign Wealth Fund. Adapun Qatar Investment Authority belum membuat pernyataan.

Glencore disebut akan diuntungkan dengan mendapat akses ke produksi minyak mentah Rosneft. Sementara Qatar akan lebih membangun dirinya sebagai investor utama di beberapa bisnis terbesar di dunia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Jual Minyak Mentah...
Rusia Jual Minyak Mentah di Bawah USD 60 per Barel ke India, Pertanda Apa?
Ujian Taktik Perang...
Ujian Taktik Perang Minyak Barat Versus Rusia di 2023
Harga Minyak Asal Moskow...
Harga Minyak Asal Moskow Dipatok, Zelensky Ragu Beri Kerusakan Serius ke Ekonomi Rusia
Pertaruhan Ekonomi Rusia...
Pertaruhan Ekonomi Rusia di Tengah Perang Iran vs Israel
Tak Gentar Sanksi Barat,...
Tak Gentar Sanksi Barat, India Bakal Terus Membeli Minyak dari Rusia
Indonesia Cari Alternatif...
Indonesia Cari Alternatif Produsen Minyak Mentah Baru
Berita Terkini
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
52 menit yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
10 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
10 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
12 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
12 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved