Sektor Riil

Perbankan syariah masih kekurangan SDM

Jum'at,  23 November 2012  −  18:33 WIB
Perbankan syariah masih kekurangan SDM
Ilustrasi

Sindonews.com - Dunia perbankan syariah masih mengalami kekurangan sumber daya manusia (SDM). Kekurangan mencapai 35 ribu SDM tiap tahun menempati posisi operasional seperti account eksekutif, marketing dan lainnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI Sigit Pramono mengungkapkan, selama ini terjadi kesenjangan antara akademisi dan praktisi perbankan.

"Permasalahannya, selama ini ada ketidaksingkronan antara pihak dari perguruan tinggi dan perbankan. Dari perguruan tinggi menyangka perbankan bekerja sendiri dan praktisi perbankan sendiri mengeluhkan lulusan akademisi. Ini yang kita dorong agar terjadi titik temu di antara keduanya," kata Sigit, Jumat (23/11/2012).

Kekurangan SDM di perbankan syariah bisa diatasi dengan saling berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Misalnya, perbankan berkoordinasi mengenai kebutuhan dalam perbankan. Sehingga, saat mahasiswa lulus bisa memiliki kualifikasi yang diperlukan.

"Selama ini, pihak perbankan syariah mengeluhkan lulusan Perguruan Tinggi. Sebagai konsekuensinya, mereka harus melakukan pelatihan dulu untuk mencapai harapan. Padahal, itu bisa dilalui kalau mereka mengkomunikasikannya dengan akademisi," ujar Sigit.

Dia menilai, di tingkat  manajemen menengah seringkali terjadi pembajakan SDM. Tidak jarang mereka yang menempati di posisi manajer pada bank syariah tertentu diiming-imingi pendapatan lebih. Menurutnya, kondisi tersebut tidak baik dalam upaya menumbuhkan industri perbankan syariah.

"Kalau main pembajakan seperti ini, dampaknya tidak baik. Ya kita juga dorong agar asosiasi perbankan syariah bisa mengendalikan keadaan ini," pungkasnya.


(gpr)

views: 988x
shadow