Pasar Modal

Kenaikan harga BBM akan tekan IHSG

Rabu,  17 April 2013  −  14:52 WIB
Kenaikan harga BBM akan tekan IHSG
Ilustrasi

Sindonews.com - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diperkirakan tidak hanya akan memberi imbas pada sektor ril, namun juga dapat berkontribusi negatif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala riset Trust Securuties, Reza Priyambada menerangkan, tekanan kenaikan harga BBM bersubisidi terhadap IHSG terutama karena respon investor terhadap rencana kenaikan tersebut dianggap sebagai sentimen negatif.

"Biasanya kenaikan BBM direspon negatif oleh pasar, sehingga mendorong pelemahan IHSG. Pelaku pasar punya persepsi akan terjadi kenaikan biaya angkut dan ini ada hubungannya dengan distribusi, otomatis harga naik. Harga barang akan lebih mahal dan daya beli masyarakat akan turun," kata Reza saat dihubingi Sindonews, Rabu (17/4/2013).

Kendati demikian, dia menilai, pelemahan IHSG yang kemungkinan akan terjadi seiring dengan dinaikkannya harga BBM bersubsidi untuk pemilik kendaraan pribadi hanya bersifat sementara.

"Meskipun premium naik, ini hanya sebagai shock therapy (terapi kejut), sifatnya sementara. Dulu ketika BBM naik dari Rp700 ke Rp1.500 kemudian Rp2.500 dan Rp4.500 memang memberi pengaruh, tapi hanya sementara," tutur Reza.

Sebenarnya, lanjut Reza, yang lebih ditunggu investor adalah momentum kenaikan tersebut. Menurut dia, jika harga BBM bersubsidi naik pada Mei, maka dampaknya tidak terlihat karena IHSG di Mei cenderung turun. Dan kenaikan harga BBM ini, kata dia, tidak akan mengubah siklus pergerakan IHSG.

Seperti diketahui, pemerintah akan menetapkan dua harga (dual price) untuk BBM bersubsidi, dimana untuk angkutan umum dan motor, harga premium tetap Rp4.500/liter, sedangkan untuk mobil pribadi diterapkan harga baru dengan kisaran Rp6.500-7.000/liter. Rencananya, skema dual price sudah bisa diterapkan mulai Mei mendatang. 


(rna)

views: 1.455x
shadow