Penyitaan Aset Rusia oleh AS Akan Percepat De-dolarisasi
Sabtu, 27 April 2024 - 09:00 WIB
loading...
Aksi AS menyita aset bank sentral Rusia disebut akan semakin mempercepat dedolarisasi. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Tindakan Amerika Serikat (AS) yang dinilai telah menjadikan dolar sebagai senjata melalui penyitaan aset-aset Rusia yang dibekukan disebut akan semakin mempercepat dedolarisasi. Hal itu diungkapkan mantan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) Eswar Prasad kepada Bloomberg, belum lama ini.
Seperti diketahui, Presiden AS Joe Biden minggu ini telah menandatangani undang-undang yang mengizinkan pemerintah menyita aset negara Rusia yang disimpan di negara tersebut.
Baca Juga: China Gencar Dedolarisasi di Afrika, Ganti Dolar dengan Yuan
Washington telah lama mendesak penyitaan dana tersebut untuk membantu Ukraina dalam upaya perang melawan Moskow. Sementara itu, para pemimpin keuangan G7 dan pejabat UE terus menyatakan keprihatinannya mengenai preseden hukum atas penyitaan aset apa pun.
AS dan sekutunya telah membekukan sekitar USD300 miliar aset bank sentral Rusia, di mana sekitar USD5 miliar di antaranya disimpan di bank-bank AS, dengan dalih sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina.
Seperti diketahui, Presiden AS Joe Biden minggu ini telah menandatangani undang-undang yang mengizinkan pemerintah menyita aset negara Rusia yang disimpan di negara tersebut.
Baca Juga: China Gencar Dedolarisasi di Afrika, Ganti Dolar dengan Yuan
Washington telah lama mendesak penyitaan dana tersebut untuk membantu Ukraina dalam upaya perang melawan Moskow. Sementara itu, para pemimpin keuangan G7 dan pejabat UE terus menyatakan keprihatinannya mengenai preseden hukum atas penyitaan aset apa pun.
AS dan sekutunya telah membekukan sekitar USD300 miliar aset bank sentral Rusia, di mana sekitar USD5 miliar di antaranya disimpan di bank-bank AS, dengan dalih sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina.
Lihat Juga :