Sektor Riil

Kembangkan batik Sukabumi, Ingrid Kansil gandeng desainer ternama

Kamis,  25 April 2013  −  21:12 WIB
Kembangkan batik Sukabumi, Ingrid Kansil gandeng desainer ternama
Foto: Toni Kamanjaya/Koran Sindo

Sindonewws.com - Aktris sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI Ingrid Kansil menggandeng seorang desainer ternama Wignyo Rahadi untuk mengembangkan batik khas Sukabumi.

Wignyo merupakan desainer yang selama ini dikenal dengan karyanya mencuatkan kekayaan wastra nusantara dalam media batik maupun tenun. Melalui sentuhannya, batik khas Sukabumi bermotif hewan penyu yang selama ini menjadi lambang Kabupaten Sukabumi siap diluncurkan sebagai salah satu motif batik yang akan bersaing di pasaran.

"Konsep motifnya tetap pada potensi alam Sukabumi yang dikenal dengan istilah gurilaps yakni gunung, rimba, laut, pegunungan dan sungai. Tapi kali ini, batik khas Sukabumi akan diolah secara profesional karena pengembangannya melibatkan desainer yang sudah berpengalaman," ujar Ingrid Kansil saat mengunjungi rumah kerajinan batik Wignyo Rahadi di Jalan Surya Kencana Kota Sukabumi, Kamis (25/4/2013).

Ingrid yang juga isteri dari Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan ini menerangkan, batik khas Sukabumi mencuat sejak tahun 2010 dengan pengelolaan yang masih sangat sederhana. Jumlah produk bahan batik yang dihasilkannya pun relatif masih rendah. Kendati demikian, keberadaan batik khas Sukabumi ini telah mampu menarik perhatian kalangan dunia fashion.

"Tiga tahun yang lalu pengelolaannya masih sangat terbatas, tapi pesanannya sudah cukup banyak. Permintaan batik dengan motif khas Sukabumi ini ternyata banyak peminatnya terutama perusahaan dari Jakarta. Bahkan batik ini sudah dijadikan baju seragam di salah satu pondok pesantren," tegas Ingrid.

Sementara itu, Wignyo Rahadi mengungkapkan, saat ini dirinya telah mengembangkan tiga motif untuk batik khas Sukabumi. Motif-motif tersebut menggunakan konsep kekayaan alam yakni motif ombak laut Pelabuhan Ratu, perkebunan teh dan motif sungai arung jeram.

Wignyo mengaku dalam waktu dekat ini, dirinya akan menggulirkan motif yang dinamai "Penyu malas". "Motif ini bisa dikatakan sama dengan motif sebelumnya, namun bentuk penyu yang digunakan jauh lebih berbeda. Bila melihat potensi yang ada, saya optimis batik khas Sukabumi bisa bersaing dengan batik asal daerah lainnya di Indonesia. Pangsa pasar yang menjadi target kali ini adalah kalangan anak muda," tuturnya.


(gpr)

views: 1.323x
Bagikan artikel ini :
shadow