Sektor Riil

Harga saham Jasa Marga Bali tol naik 170%

Senin,  10 Juni 2013  −  18:51 WIB
Harga saham Jasa Marga Bali tol naik 170%
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah (pemda), PT Jasa Marga Bali Tol sebagai pembangun dan pengelola jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa menyatakan harga saham konsersium telah naik 170 persen dalam tempo 11 bulan.

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi mengatakan, meskipun jembatan tol sepanjang 12,7 kilometer (km) ini belum beroperasi, namun harga saham konsersium tersebut telah melonjak naik dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sebagai pemegang mayoritas saham di konsersium, perseroan berharap proyek ini menjadi tambahan portfolio bagi perusahaan ke depan.

"Harga saham meningkat 170 persen dalam waktu 11 bulan, hal ini disebabkan proyek jembatan tol Bali tersebut memiliki tiga pasar yang potensial yaitu pariwisata, pelabuhan dan bandara," kata Hadi dalam media gathering Jasa Marga di Denpasar, Senin (10/6/2013).

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Januari 2013, susunan pemegang saham PT Jasa Marga Bali Tol adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebesar 55 persen, PT Pelindo III sebesar 17,98 persen, PT Angkasa Pura I sebesar 8 persen, PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1 persen, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sebesar 1 persen.

Selain itu, PT Hutama Karya Tbk sebesar 1 persen, Pemerintah Provinsi Bali sebesar 8,01 persen, Pemerintah Kabupaten Badung sebesar 8,01 persen, serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 0,40 persen.

Proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp2,4 triliun tersebut, bahkan bisa menghemat biaya konstruksi sebesar Rp330 miliar. Hal ini melalui konsep konstruksi design and built pertama di Indonesia untuk mempercepat konstruksi dan membuka inovasi konstruksi, sehingga biaya pembangunannya dapat ditekan.

"Melalui deal bisnis antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan Badan Pengatur Jalan Tol, platform total penghematan investor yang bisa diperoleh menjadi Rp330 miliar, ini akan menjadi capital gain bagi perseroan," ujar dia.


(izz)

views: 1.476x
shadow