BEI: Asing Catatkan Nett Buy Rp44 Triliun

Rabu, 25 Juni 2014 - 14:55 WIB
BEI: Asing Catatkan...
BEI: Asing Catatkan Nett Buy Rp44 Triliun
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengungkapkan, kebijakan pengetatan likuiditas terhadap industri keuangan berpengaruh juga kepada perdagangan saham.

"Secara year to date (YTD) transaksi saham sampai saat ini rata-rata Rp6 triliun, beda sama tahun 2013 Rp6,2 triliun," ucap Ito usai RUPST di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Menurut Ito, hal ini memang mengalami penurunan tapi masih wajar kalau dibandingkan semester I-2013 dimana situasi likuiditas sangat baik jika dibandingkan semester I-2014.

"Yang menarik malahan, asing mencatatkan nett buy Rp44 triliun walaupun kondisi likuiditas cukup ketat dan juga pola perekoniman masih relatif terpengaruh paruh II-2013 yang dimana defisit neraca perdagangan, defisitnya tinggi, namun minat investor asing terhadap saham-sama di BEI cukup tinggi," papar Ito.

Sementara itu, lanjut Ito, terkait pengaruh pengurangan saham lot tidak banyak berpengaruh. Terbukti saat ini frekuensi perdagangan meningkat rata-rata 160 ribu per hari, bahkan pernah mencapai 300 ribu per hari.

"Dari jam perdagangan kan dimulai dari awal tahun 2013, namun transaksi meningkat cukup tajam. Walaupun juga disumbangkan perekonomian 2013 pada awal semester cukup baik," paparnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
1 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
1 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
2 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
5 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
6 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved