Pengamat: Ekonomi RI Tumbuh 5% Saja Sudah Bagus
Selasa, 12 Mei 2015 - 14:18 WIB
Pengamat: Ekonomi RI Tumbuh 5% Saja Sudah Bagus
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi A Prasetyantoko mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi tahun ini 5% sudah bagus. Target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 5,7% sulit tercapai.
Pada kuartal I/2015, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7% jauh lebih rendah dari target pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sekitar 5,4%.
Hal ini didasarkan faktor penurunan pertumbuhan ekonomi yang sudah berlangsung pada 2012. Ditambah, drive atau penggerak roda ekonomi Indonesia yakni ekspor, turun cukup signifikan.
"Di awal tahun saja pertumbuhan ekonomi kita baru 4,7%, jika kata BI di akhir tahun bisa 5,4% itu sulit, namun saya pikir, bisa 5% saja sudah bagus," ujar Prasetyantoko di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Menurutnya, dengan kinerja ekspor yang melambat sejak kuartal IV/2011, cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah memperbaiki ekspor Indonesia. Jika selama ini ekspor sangat tergantung pada komoditas, maka industri harusnya menjadi pengganti sektor komoditas yang saat ini tengah jatuh harganya.
"Harusnya kita ke sektor manufaktur, soalnya yang bisa mengganti sektor komoditas ya cuma manufaktur, berhasil atau enggaknya pemerintah kita mengubah landscape ekonomi ya kita lihat saja nanti," jelas dia.
Selain itu, pertumbuhan investasi juga belum mendorong sektor industri. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak memiliki strategi industrialisasi yang baik. "Pemerintah perlu mendesain ulang konsep industrialisasi agar bisa menunjang pertumbuhan ekonomi," tukasnya.
Pada kuartal I/2015, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7% jauh lebih rendah dari target pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sekitar 5,4%.
Hal ini didasarkan faktor penurunan pertumbuhan ekonomi yang sudah berlangsung pada 2012. Ditambah, drive atau penggerak roda ekonomi Indonesia yakni ekspor, turun cukup signifikan.
"Di awal tahun saja pertumbuhan ekonomi kita baru 4,7%, jika kata BI di akhir tahun bisa 5,4% itu sulit, namun saya pikir, bisa 5% saja sudah bagus," ujar Prasetyantoko di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Menurutnya, dengan kinerja ekspor yang melambat sejak kuartal IV/2011, cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah memperbaiki ekspor Indonesia. Jika selama ini ekspor sangat tergantung pada komoditas, maka industri harusnya menjadi pengganti sektor komoditas yang saat ini tengah jatuh harganya.
"Harusnya kita ke sektor manufaktur, soalnya yang bisa mengganti sektor komoditas ya cuma manufaktur, berhasil atau enggaknya pemerintah kita mengubah landscape ekonomi ya kita lihat saja nanti," jelas dia.
Selain itu, pertumbuhan investasi juga belum mendorong sektor industri. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak memiliki strategi industrialisasi yang baik. "Pemerintah perlu mendesain ulang konsep industrialisasi agar bisa menunjang pertumbuhan ekonomi," tukasnya.
(izz)
Lihat Juga :