Easyjet Bukukan Laba Rp145 Miliar

Rabu, 13 Mei 2015 - 09:51 WIB
Easyjet Bukukan Laba...
Easyjet Bukukan Laba Rp145 Miliar
A A A
LONDON - Maskapai Easyjet melaporkan laba sebesar 7 juta poundsterling (sekitar Rp145 miliar) pada periode Oktober- Maret.

Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan membukukan kerugian 53 juta poundsterling. Perolehan laba itu dibantu oleh harga bahan bakar yang lebih murah, nilai euro yang melemah dan kuatnya pendapatan pada musim ski. ”Total pendapatan per kursi naik 2,6% dibandingkan tahun lalu, seiring pergerakan nilai mata uang,” ungkap pernyataan Easyjet, dikutip BBC.

Maskapai itu cenderung mengalami kerugian pada musim dingin dan menghasilkan laba terbesar selama musim panas. ”Laba itu mencerminkan konsumen kami yang fokus pada layanan kami dan kuatnya pendapatan pada musim ski serta harga minyak yang lebih rendah dan pergerakan nilai mata uang yang menguntungkan,” kata Chief Executive Officer (CEO) Easyjet Carolyn McCall, pada kantor berita AFP .

”Saat kami memasuki musim panas, jumlah pesanan sesuai tahun lalu dan kami memprediksi penumpang diuntungkan oleh turunnya tarif yang mencerminkan lingkungan operasional lebih kompetitif dan harga bahan bakar yang lebih rendah,” tutur McCall. Dia menjelaskan, harga bahan bakar yang murah sangat membantu pada semester pertama dan pergerakan nilai mata uang menguntungkan Easyjet.

Meski demikian, dia memperingatkan pergerakan mata uang dapat merugikan perusahaan pada semester kedua. Maskapai itu juga diuntungkan oleh para penumpang yang setia. ”Ada elemen konsumen yang kembali menggunakan layanan kami sehingga 58% konsumen melakukan pemesanan ulang dan 62% penumpang bisnis kembali menggunakan layanan kami,” ungkap McCall.

Sementara itu, harga saham Easyjet kemarin turun akibat pernyataan perusahaan bahwa pemogokan oleh kontroler lalu lintas udara Prancis pada bulan lalu akan memangkas laba perusahaan.

Saham Easyjet turun hampir 8% pada awal perdagangan kemarin di London setelah perusahaan menyatakan aksi mogok kerja pada April lalu oleh para kontroler lalu lintas udara Prancis akan mengakibatkan laba sebelum pajak menjadi USD39 juta. ”Peringatan turbulensi mendatang telah mengurangi awal yang baik setelah menciptakan laba musiman yang lemah pada semester pertama,” ungkap Peter Ward, dealer saham di London Capital Group.

”Biaya bahan bakar yang lebih murah membantu pada semester pertama seperti yang diharapkan, tapi aksi mogok kerja di Prancis saat Easyjet mengandalkan pendapatan di musim panas membuat para investor khawatir.”

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
25 menit yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
1 jam yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
1 jam yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
1 jam yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
1 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved