Petral Bubar, Pemerintah Seharusnya Lihat Untung-Rugi

Kamis, 14 Mei 2015 - 12:31 WIB
Petral Bubar, Pemerintah...
Petral Bubar, Pemerintah Seharusnya Lihat Untung-Rugi
A A A
JAKARTA - Pengamat energi Marwan Batubara mengatakan, sesungguhnya pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang dilakukan PT Pertamina harus dipikirkan untung ruginya terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dibubarkan.

Pemerintah harus bisa mengkaji secara detail dan komprehensif soal pembubaran tersebut. Menurutnya, saat ini Indonesia dan Pertamina membutuhkan trader minyak yang kompeten dan bersih. Maka, pembubaran harus dilihat lebih ke arah menguntungkan atau merugikan.

"Jadi saya tidak bisa mengatakan tepat atau tidak, tapi yang mau saya katakan, supaya pemerintah harus mengkaji secara komprehensif untung rugi pembubaran Petral. Kedua, supaya pemerintah lebih meningkatkan aspek good corporate governance di Pertamina maupun di Integrated Supply Chain (ISC) atau di Pertamina energy service (PES) itu sebenarnya yang mendesak," tuturnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (14/5/2015).

Karena, lanjut dia, jika berbicara masalah peran, memang tak bisa dipungkiri Pertamina membutuhkan trader untuk memenuhi kebutuhn BBM dalam negeri kita. Perkara perusahaannya ada di luar negeri, misalnya di Singapura, malah menambah aspek positif untuk negara dengan berdirinya perusahaan trader tersebut di luar negeri.

"Kalau itu di Singapura kita dapat keuntungan, kita bisa punya jaringan yang lebih luas dan pendanaan yang baik dari Singapura dibanding di Indonesia. Lalu kalaupun di sini berdirinya, bisa saja akan mengganggu kebutuhan USD yang mungkin akan semakin tinggi," ujar Marwan.

Dia tidak setuju adanya anggapan anggapan bahwa jik berada di luar negeri perusahaan tersebut akan sulit dilakukan audit. Siapapun dan kapanpun bisa melakukan audit karena perusahaan trader tersebut berada di bawah pengawasan Pertamina.

"Bisa kapan saja dilakukan audit. Kalau ada yang bilang, ah nanti akan sulit diaudit biasa atau investigasi, itu saya rasa pembohongan publik. Karena perusahaan yang berdiri di sana di bawah kendali Pertamina, jadi kapan saja bisa dilakukan audit," pungkasnya.

(Baca: Pertamina Resmi Bubarkan Petral)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Investor Asing Akhirnya...
Investor Asing Akhirnya Masuk IKN, Ini yang Dibangun
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Pertamina Delivery Service...
Pertamina Delivery Service di Makassar
Siap Terbang Perdana...
Siap Terbang Perdana ke Bali 28 April 2022, Pelita Air Buka Penjualan Tiket Pesawat Airbus A320-200
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
46 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved