Empat Kelompok IKM Ini Siap Hadapi MEA

Kamis, 14 Mei 2015 - 23:32 WIB
Empat Kelompok IKM Ini...
Empat Kelompok IKM Ini Siap Hadapi MEA
A A A
BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) menilai, beberapa produk industri kecil dan menengah (IKM) dari kelompok fashion, kerajinan, alas kaki serta makanan dan minuman lebih siap dalam menghadapi persaingan di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai akhir tahun ini.

Hal tersebut terlihat dari perkembangan berbagai produk kelompok tersebut baik pada sisi kuantitas maupun kualitas. "Kualitas dan kuantitas produk-produk pada kelompok fashion, kerajinan, alas kaki serta makanan dan minuman makin berkembang sehingga lebih siap dalam menghadapi MEA akhir tahun ini," kata Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan Arief kepada wartawan, Kamis (14/5/2015).

Dia melanjutkan, empat kelompok industri kecil menengah (IKM) itu sangat siap untuk memasarkan produknya dan bersaing di tingkat nasional maupun antar negara anggota MEA. Terlebih dengan dukungan bahan baku lokal yang mencukupi.

"Bahan baku kain, lembaran kulit siap olah untuk fashion dan alas kaki. Ataupun bahan-bahan baku kerajinan. Selain itu, Jabar juga kaya akan hasil bumi seperti rempah-rempah sebagai bahan makanan minuman yang punya ciri khas tersendiri dibandingkan negara ASEAN lainnya," ujarnya.

Produk minuman seperti bandrek atau bajigur, kata Ferry, sudah sangat khas Jabar. Kearifan lokal yang ditambah sentuhan teknologi pada produk makanan dan minuman ini bisa menjadi nilai tambah. Sebagai langkah nyata meningkatkan daya saing, pihaknya menghimbau pengelola hotel menjadikan bandrek sebagai welcome drink.

"Kami imbau para pengelola hotel menjadikan bandrek sebagai welcome drink. Bandrek sangat cocok mengingat dinginnya cuaca di Bandung. Produk-produk khas seperti ini harus kita dorong agar lebih maju dan memiliki daya saing," tambah dia.

Ferry juga menyambut baik makin bermunculannya para wirausaha muda dengan berbagai ide-ide bisnis yang inovatif. Ditunjang dengan dukungan jaringan internet sehingga memungkinkan pemasarannya tidak hanya tingkat lokal, tapi juga global.

"Para anak muda ini punya ide-ide bisnis yang sangat bagus. Sistem pemasarannya pun sudah menggunakan jaringan internet, sehingga produknya sudah menasional bahkan beberapa sudah dipasarkan ditingkat global," ungkapnya.

Sementara, terkait pameran produk unggulan Jabar, Ferry menerangkan, pameran tersebut merupakan salah satu upaya untuk memetakan produk-produk unggulan Jabar yang akan diperkuat dan nantinya dapat bersaing pasca berlakunya MEA.

Deni Drimawan dari EO Kaminari selaku pihak penyelenggara menyebutkan, akan ada 40 stan yang memamerkan produk-produk unggulan khas Jabar. Sejauh ini, sudah ada sekitar 200 produk yang lolos kurasi.

"Selain pameran, ada juga sosialisasi penggunaan produk lokal serta pentingnya Sertifikat Nasional Indonesia (SNI) dalam produk yang dijual dan beredar di Jabar. Hal ini sebagai bentuk edukasi masyarakat agar lebih memilih produk lokal atau yang memiliki label SNI. Nanti juga akan ada kampanye dan konsultasi perlindungan konsumen," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Rumah Produksi UKM Binjai,...
Rumah Produksi UKM Binjai, Lahirkan Lukisan Sabut Kelapa
Siapkan Regulasi Pasar...
Siapkan Regulasi Pasar Digital, Menkop UKM: Untuk Lindungi Produk Dalam Negeri dan UKM
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Showcase Produk Lokal...
Showcase Produk Lokal Dorong Semangat Inovasi Pelaku UKM
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved