IHSG Berpeluang Menguat Tipis, Lirik Saham Ini
Senin, 18 Mei 2015 - 08:23 WIB
IHSG Berpeluang Menguat Tipis, Lirik Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang bergerak variatif, dengan kecenderungan menguat tipis.
"Apalagi masih ada utang gap atas di level 5.403-5.424. Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut namun, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika ada," kata
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.200-5.216 dan resisten 5.248-5.273. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu berada di area target resisten 5.252-5.267 dan juga sempat berada di area target support 5.189-5.215.
Akhir pekan lalu, dia menuturkan, entah karena berita simpang siur jadi tidaknya kenaikan harga BBM jenis pertamax atau mungkin hari kejepit, laju IHSG cenderung berakhir di zona merah.
Pelaku pasar yang masih melakukan transaksi lebih memilih untuk profit taking setelah sepanjang dua hari sebelumnya terus bergerak naik.
Lebih tingginya animo pelaku pasar untuk profit taking membuat sentimen kenaikan laju rupiah pasca rilis surplusnya neraca perdagangan menjadi tidak diperhatikan.
Lagipula, meski neraca perdagangan mengalami surplus, namun nilai impor dan ekspor justru tercatat turun secara tahunan, sehingga memberikan gambaran masih melambatnya perekonomian Indonesia.
"Belum lagi asing yang masih melanjutkan aksi jualnya, sehingga menambah sentimen negative. Bahkan menghijaunya laju bursa saham Asia juga tidak membuat IHSG bergeming," ujarnya.
Investor asing catatkan nett sell dari net sell Rp384,73 miliar menjadi net sell Rp168,83 miliar.Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.200-Rp2.500. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan Rp2.320.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.870-Rp1.955. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.900.
PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp490-Rp550. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp500.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp10.225-Rp10.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp10.500.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp310-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp325.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp640-Rp685. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp655.
"Apalagi masih ada utang gap atas di level 5.403-5.424. Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut namun, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika ada," kata
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.200-5.216 dan resisten 5.248-5.273. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu berada di area target resisten 5.252-5.267 dan juga sempat berada di area target support 5.189-5.215.
Akhir pekan lalu, dia menuturkan, entah karena berita simpang siur jadi tidaknya kenaikan harga BBM jenis pertamax atau mungkin hari kejepit, laju IHSG cenderung berakhir di zona merah.
Pelaku pasar yang masih melakukan transaksi lebih memilih untuk profit taking setelah sepanjang dua hari sebelumnya terus bergerak naik.
Lebih tingginya animo pelaku pasar untuk profit taking membuat sentimen kenaikan laju rupiah pasca rilis surplusnya neraca perdagangan menjadi tidak diperhatikan.
Lagipula, meski neraca perdagangan mengalami surplus, namun nilai impor dan ekspor justru tercatat turun secara tahunan, sehingga memberikan gambaran masih melambatnya perekonomian Indonesia.
"Belum lagi asing yang masih melanjutkan aksi jualnya, sehingga menambah sentimen negative. Bahkan menghijaunya laju bursa saham Asia juga tidak membuat IHSG bergeming," ujarnya.
Investor asing catatkan nett sell dari net sell Rp384,73 miliar menjadi net sell Rp168,83 miliar.Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.200-Rp2.500. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan Rp2.320.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.870-Rp1.955. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.900.
PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp490-Rp550. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp500.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp10.225-Rp10.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp10.500.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp310-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp325.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp640-Rp685. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp655.
(rna)
Lihat Juga :