Pertumbuhan Utang Luar Negeri Melambat

Selasa, 19 Mei 2015 - 09:51 WIB
Pertumbuhan Utang Luar...
Pertumbuhan Utang Luar Negeri Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan utang luar negeri hingga akhir kuartal I/2015 melambat, dari 10,20% pada kuartal IV/2014 menjadi 7,6%.

Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri terjadi pada utang luar negeri sektor publik maupun swasta. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyebutkan, pertumbuhan utang luar negeri sektor publik melambat dari 5% pada kuartal IV/2014 menjadi 1,7% pada kuartalI/2015. Sementara, utang luar negeri sektor swasta melambat dari 14,6% (kuartal I/2014) menjadi 12,7% (kuartal I/2015).

”Jika dilihat dari jumlahnya, posisi utang luar negeri pada akhir kuartal I/2015 tercatat sebesar USD298,1 miliar yang terdiri dari utang luar negeri sektor publik sebesar USD132,8 miliar (44,5%) dan utang luar negeri swasta sebesar USD165,3 miliar (55,5%),” jelasnya di Jakarta kemarin. Sedangkan, rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) dan debt service ratio (DSR) mengalami peningkatan, masing-masing dari 33% dan 51,6% pada kuartal IV/2014 menjadi 33,5% dan 56,1% pada kuartal I/2015.

Sementara berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang (85,3%). Tercatat, utang luar negeri berjangka panjang pada kuartal I/2015 tumbuh 8,9%, lebih lambat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 10,4%. Sementara, utang luar negeri berjangka pendek tumbuh 0,3%, juga lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 9%.

Tirta mengatakan, pada akhirkuartalI/2015posisiutang luar negeri berjangka panjang mencapai USD254,4 miliar yang terdiri dari utang luar negeri sektor publik USD129,7 miliar dan utang luar negeri sektor swasta USD124,7 miliar. BI memandang, perkembangan utang luar negeri pada kuartal I/2015 masih sejalan dengan pertumbuhan perekonomian domestik yang melambat.

Tirta menambahkan, BI juga akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta. ”Hal ini dimaksudkan agar utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” jelasnya.

Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto menilai, turunnya utang luar negeri disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya pembayaran utang luar negeri yang sudah jatuh tempo, langkah debitor mengurangi porsi utang luar negeri akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS, serta perlambatan ekonomi domestik.

”Selain itu, adanya kewajiban dari BI di mana debitor wajib melakukan hedging atau lindung nilai,” kata Ryan, kemarin. Dia memperkirakan, utang luar negeri pemerintah akan naik seiring dengan digenjotnya pembangunan infrastruktur.

Kunthi fahmar sandy
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
24 menit yang lalu
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
10 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
11 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
11 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
11 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved