Pemerintah Dinilai Salah Strategi Perbaiki Tata Kelola Migas

Kamis, 21 Mei 2015 - 11:36 WIB
Pemerintah Dinilai Salah...
Pemerintah Dinilai Salah Strategi Perbaiki Tata Kelola Migas
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI menyebut bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), salah strategi dalam memperbaiki tata kelola migas di Tanah Air.

Pasalnya, saat ini kondisi energi dan migas di Indonesia sudah memasuki masa krisis. Sementara penanganannya tidak dikerahkan untuk memperbaiki krisis tersebut.

Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, saat ini yang dilakukan pemerintah hanya penanganan seperti saat Indonesia mengalami masa penurunan produksi biasa. Padahal, kondisi energi di Indonesia sudah memasuki masa krisis.

"Apabila ada orang sakit, lalu sudah level krisis berbeda masuknya ke rumah sakit pun masuknya ke ICU, masuknya ke IGD. tapi kalau sakit batuk biasa cuma ke poliklinik. Penanganannya berbeda. Ini penting karena menurut saya yang dilakukan saat ini ibarat orang sakit dibawa ke ICU tapi diobatinya dengan vitamin biasa," ujarnya dalam acara The 39th Indonesia Petroleum Associaton (IPA) Convention and Exhibition, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Menurutnya, pemerintah selama ini hanya melakukan perbaikan dalam industri migas namun tidak melakukan breakthrough dalam industri tersebut. Sehingga dipastikan, lima tahun lagi industri migas Indonesia masih mengalami krisis energi.

"‎Lima tahun lagi kita tidak sembuh (dari krisis energi). Karena yang kita berikan hanya hal biasa," imbuh dia.

Kardaya mengungkapkan, pemindahan perizinan sektor migas ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dilakukan pemerintah kemarin, justru memperparah kondisi industri migas di Tanah Air. Pasalnya, perizinan diurus oleh orang yang belum mengerti mengenai kondisi migas di Indonesia.

"‎Kemarin ada pemindahan perizinan ke BKPM. Dipindahkan lebih parah lagi, karena yang dihadapi belum mengerti (industri migas). Bisa jadi yang tadinya lama perizinan, bisa jadi lama sekali," katanya.

Saat ini, sambung mantan Kepala BP Migas ini, eksplorasi belum menyatu dengan virgin basic, perizinan juga hanya sekadar diperbaiki. Sebab itu, Kardaya menyarankan pemerintah untuk melakukan breakthrough di industri migas jika ingin selamat.

"Kalau mau perbaikan perizinan hilangkan cost recovery, enggak perlu ada izin tender dan lain-lain. Jadi bukan pemikiran biasa. Kita kena demam berdarah, kalau enggak diinvus mati orangnya. Ini kalau enggak dibreakthrough mati juga industrinya," tandas Kardaya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
34 menit yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
45 menit yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
1 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
1 jam yang lalu
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
2 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved