Selain Beras Plastik, Hati-hati Beras Palsu Asal China

Kamis, 21 Mei 2015 - 12:43 WIB
Selain Beras Plastik,...
Selain Beras Plastik, Hati-hati Beras Palsu Asal China
A A A
JAKARTA - Komisi IV DPR RI meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi terhadap masuknya beras palsu dari China, baik melalui mekanisme impor pengadaan beras tujuan khusus (restoran, hotel dan industri pariwisata) maupun dalam rencana impor untuk stok pemerintah.

Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dalam mengonsumsi beras yang beredar dengan mengenali tekstur dan lebih teliti dalam membeli. Pasalnya, setelah beras plastik, dikhawatirkan beras palsu asal China masuk ke Tanah Air.

"Pemerintah harus melakukan langkah antisipasi yang maksimal terhadap kemungkinan peredaran beras palsu, di antaranya dengan melakukan monitoring secara serius di sentra-sentra beras, menutup celah impor beras ilegal, mengintensifkan koordinasi antarlembaga, dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang mengonsumsinya," kata Rofi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Berdasarkan dari keterangan media Singapura, China sedang memproduksi beras palsu. Beras palsu itu sudah didistribusikan di kota China Taiyuan, di provinsi Shaanxi. Bahkan dikabarkan juga diekspor ke beberapa negara tetangga.

Beras palsu ini terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa, sehingga berbentuk menyerupai beras.

Rofi mengingatkan, disinyalir bahwa produsen beras palsu tersebut menambahkan resin sintetis industri dalam komposisinya. Seperti diketahui bahwa resin sintetis akan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh tubuh manusia, bahkan bisa memicu kanker.

Menurut dia, ada baiknya pemerintah memberikan penjelasan dan sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat terkait keberadaan beras palsu ini, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia konsumsi utamanya beras.

Pelaku yang menyebarluaskan bisa di jerat hukuman berdasarkan Undang-undang (UU) Pangan, UU tentang perlindungan konsumen maupun peraturan lainnya karena telah mengedarkan bahan pangan berbahaya.

"Produksi dan beras palsu ini ternyata bukan permasalahan baru, mengingat keluhan mengenai produk asal China ini sudah dilaporkan di tahun 2011," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, China merupakan salah satu negara yang mengimpor berasnya ke Indonesia selain Thailand dan Vietnam. Sepanjang 2012, Indonesia pernah impor beras dari Negeri Tirai Bambu sekitar 496,6 ton senilai USD1,8 juta.

Dia mengingatkan, di tengah melonjaknya harga beras di pasaran, keberadaan beras palsu harus diwaspadai peredarannya. Selain sangat sulit dibedakan dengan beras asli, harganya juga lebin murah.

Oleh karenanya pemerintah harus mengingatkan dan menindak tegas distributor maupun pedagang yang melakukan penjualan beras ini. Hingga saat ini, belum dipastikan apakah beras palsu ini sudah beredar di Indonesia atau belum.

Di negara asalnya cukup banyak perusahaan yang telah memproduksi beras palsu, kemudian dijual secara massif di pasar China.

China memang memilki sejarah dalam membuat makanan palsu, di antaranya harian The Global Times pernah melaporkan di bulan Juli 2010, ada sebuah perusahaan di Xi'an, China telah membuat versi palsu secara ekspansif beras Wuchang, yaitu dengan mamasukan bumbu penyedap dalam beras yang asli.

Selain itu, ada lagi kasus yang menghebohkan tahun 2008 terkait skandal susu formula yang dicampur dengan melamin dan menyebabkan kematian sedikitnya enam bayi ketika itu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
30 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
40 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
56 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
57 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 CanSino Asal China Haram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved