Beras Plastik Motif Giring Masyarakat ke Pasar Modern

Sabtu, 23 Mei 2015 - 13:43 WIB
Beras Plastik Motif...
Beras Plastik Motif Giring Masyarakat ke Pasar Modern
A A A
JAKARTA - Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) mensinyalir adanya motif penggiringan masyarakat untuk beralih dari pasar tradisional ke pasar modern, atas adanya kasus peredaran beras sintetis berbahan plastik tersebut.

Ketua Perpadi Nellys Soekidi mengungkapkan, kasus beras plastik tersebut telah menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat dan penurunan omzet pedagang beras di pasar tradisional. Betapa tidak, kemunculan kasus tersebut membuat masyarakat khawatir dan mengerem pembelian beras.

"Dengan kejadian ini, pelaku usaha di bidang beras ada penurunan kepercayaan, dan penurunan omzet. Ini sepertinya ada kejanggalan-kejanggalan," ucapnya dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya, di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Dia mengindikasikan adanya kejanggalan dari temuan beras plastik yang ada di Bekasi. Sebab, beras yang dibeli Dewi Septiani (penemu beras plastik di Bekasi) hanya sekitar enam liter, sementara dalam satu karung terdapat sekitar 64 liter. (Baca: Ini Pengakuan Si Penemu Beras Plastik)

"Otomatis sisanya 58 hingga 59 liter. Yang kita tanya, sisanya ini kan juga dibeli orang. Nah kalau sisanya ini dimasak, dengan beras yang sama tapi dimasak orang lain, ini kan berarti ada korban lain. Tapi sekarang enggak ada," imbuh dia.

Nellys menduga, kasus beras plastik ini tidaklah bermotif ekonomi. Sebab, harga plastik jauh lebih mahal dibanding harga beras, dan untuk menyampurnya pun berisiko tinggi.

"Tujuannya jadi apa? Kejahatan kan bukan unsur ekonomi saja. Apalagi, nanti bisa jadi arahnya ke pasar modern. Banyak kemungkinan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Marak Isu Beras Plastik,...
Marak Isu Beras Plastik, Pakar IPB Ungkap Faktanya
Buwas Curhat: Bulog...
Buwas Curhat: Bulog Dituduh Produksi Beras Tak Mutu, Beras Racun, dan Beras Plastik
Bulog Tanggapi Geger...
Bulog Tanggapi Geger Beras Diduga Berbahan Plastik di Medan
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Berhembus Isu Beras...
Berhembus Isu Beras Sintetis, Buwas Sebut dari Pihak yang Tak Senang Upaya Pemerintah
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
55 menit yang lalu
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
2 jam yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
2 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
3 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
6 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
6 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved