Beras Plastik Muncul Bukti Lemahnya Kontrol Pemerintah

Minggu, 24 Mei 2015 - 00:10 WIB
Beras Plastik Muncul...
Beras Plastik Muncul Bukti Lemahnya Kontrol Pemerintah
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jendral (Sekjen) Asosiasi Pedagang Seluruh Pasar Seluruh Indonesia (Appsi) Ngadiran mengatakan, adanya isu beras sintesis alias beras plastik merupakan bukti dari lemahnya kontrol pemerintah terhadap barang, khususnya beras impor.

Dia mengatakan, panjangnya garis pelabuhan yang ada di Indonesia, membuat pemerintah kewalahan dalam pengawasan sejumlah barang impor. Tak aneh jika barang ilegal pun sering masuk ke Indonesia tanpa adanya standarisasi. (Baca: Beras Plastik Beredar, Keran Impor Tak Akan Dibuka)

"Meski sedikit mustahil beras itu masuk secara ilegal, tapi keyakinan itu tetap ada. Untuk itu pencanangan beras maupun produk lainnya untuk Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dilakukan, kalau baru sekarang kita lakukan ini sangat telat," jelasnya dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya, di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Ngadiran menyakini, bila sejumlah produk berlabel SNI telah ada di Indonesia, maka pengawasan akan semakin mudah. Masyarakat pun akan semakin percaya karena pemberian label pasti melalui seleksi yang cukup ketat.

"Artinya kalau ada kejanggalan tentang produk pasti diketahui pemerintah, dan penyidikannya semakin mudah," pungkasnya.

Sebelumnya, Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) mensinyalir adanya motif penggiringan masyarakat untuk beralih dari pasar tradisional ke pasar modern, atas adanya kasus peredaran beras sintetis berbahan plastik tersebut.

Ketua Perpadi Nellys Soekidi mengungkapkan, kasus beras plastik tersebut telah menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat dan penurunan omzet pedagang beras di pasar tradisional. Betapa tidak, kemunculan kasus tersebut membuat masyarakat khawatir dan mengerem pembelian beras.

"Dengan kejadian ini, pelaku usaha di bidang beras ada penurunan kepercayaan, dan penurunan omzet. Ini sepertinya ada kejanggalan-kejanggalan," ucapnya.

Dia mengindikasikan adanya kejanggalan dari temuan beras plastik yang ada di Bekasi. Sebab, beras yang dibeli Dewi Septiani (penemu beras plastik di Bekasi) hanya sekitar enam liter, sementara dalam satu karung terdapat sekitar 64 liter. (Baca: Ini Pengakuan Si Penemu Beras Plastik)

"Otomatis sisanya 58 hingga 59 liter. Yang kita tanya, sisanya ini kan juga dibeli orang. Nah kalau sisanya ini dimasak, dengan beras yang sama tapi dimasak orang lain, ini kan berarti ada korban lain. Tapi sekarang enggak ada," imbuh dia.

(Baca: Beras Plastik Motif Penggiringan Masyarakat ke Pasar Modern)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Marak Isu Beras Plastik,...
Marak Isu Beras Plastik, Pakar IPB Ungkap Faktanya
Buwas Curhat: Bulog...
Buwas Curhat: Bulog Dituduh Produksi Beras Tak Mutu, Beras Racun, dan Beras Plastik
Bulog Tanggapi Geger...
Bulog Tanggapi Geger Beras Diduga Berbahan Plastik di Medan
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Berhembus Isu Beras...
Berhembus Isu Beras Sintetis, Buwas Sebut dari Pihak yang Tak Senang Upaya Pemerintah
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
5 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
5 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
6 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
6 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
7 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
7 jam yang lalu
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved