IHSG Diprediksi dalam Tren Penurunan

Selasa, 26 Mei 2015 - 08:28 WIB
IHSG Diprediksi dalam...
IHSG Diprediksi dalam Tren Penurunan
A A A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi masih dalam tren penurunan.

"IHSG diperkirakan masih bergerak bearish, dengan kisaran pergerakan 5.220-5.300," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi, Selasa (26/5/2015).

Adapun pergerakan IHSG akan dipengaruhi data ekonomi dari Amerika Serikat (AS), di antaranya durable goods orders April, housing price index (MoM) April, new home sales (MoM) April, dan consumer confidence Mei.

Dia menyarankan investor mulai melakukan penjualan di harga tinggi pada saham-saham yang telah naik cukup tinggi dan jenuh beli.

Sementara IHSG kemarin ditutup terkoreksi setelah lebih dulu terus menguat pada pekan lalu. IHSG ditutup melemah 26,79 poin sebesar 0,50% di level 5.288,36.

Hanya sektor pertanian, industri dasar, konsumsi dan manufaktur yang menguat. Sektor pertanian memimpin penguatan di saat IHSG terkoreksi pasca prediksi cuaca yang akan terjadinya elnino, sehingga berpotensi menaikan harga komoditi pertanian.

"Investor asing terlihat kembali melakukan penjualan dengan catatkan net sell sebesar Rp140,21 miliar," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Zona Merah Lagi,...
Masuk Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Turun ke Level 5.970
IHSG Menguji Support...
IHSG Menguji Support Kuat 5.780, Saatnya Masuk ke Saham Bluechips
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Anjlok 1,76% ke Level 5.833
Bergerak 2 Arah, IHSG...
Bergerak 2 Arah, IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.834
Makin Anjlok, IHSG Ditutup...
Makin Anjlok, IHSG Ditutup Turun 1,27% ke Level 5.700
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 22 Poin ke level 5.785
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved