China Klaim Alami Kemajuan Ekonomi Super Cepat

Rabu, 27 Mei 2015 - 13:36 WIB
China Klaim Alami Kemajuan...
China Klaim Alami Kemajuan Ekonomi Super Cepat
A A A
DEPOK - Wakil Perdana Menteri China YM Madam Liu Yandong mengklaim, saat ini negaranya mengalami kemajuan ekonomi signifikan. Selama 60 tahun, dia menyebut China melakukan keterbukaan terhadap dunia luar.

"Tiongkok mengalami kemajuan (ekonomi) super cepat, PDB kita 2014 28,3 kali lipat. Per kapita naik 19 kali lipat. Jutaan kemiskinan diturunkan. Revitalisasi bangsa Tionghoa membuat Tiongkok berkembang besar menjadi pusat ekonomi kedua dunia," tegasnya saat kuliah umum di Kampus FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (27/5/2015).

Dengan jumlah penduduk 1,3 miliar, pendapatan per kapita China masih berada di urutan 80 di dunia. Di mana 100 juta warga masih miskin dan kondisi tak seimbang antara kota dan desa.

"Kontradiksi ini masih menonjol, memungkinkan 1,3 miliar masyarakatnya ke depan sejahtera secara menyeluruh, kami mendorong kemajuan menyeluruh secara sosial serta pengembangan ekonomi, laksanakan pembangunan strategis inovasi, reformasi dan keterbukaan, rangsang kreativitas, potensi pasar dan tenaga gerak perkembangan," paparnya.

Liu Yandong menambahkan pihaknya juga mendorong negaranyaa melakukan perbaikan program jaminan sosial lebih adil berkelanjutan. Supaya tecapainya keadilan sosial menjadi lebih makmur dan tertib.

"Impian Tiongkok terbuka dengan kerja sama saling menguntungkan. Kehadiran kami sebagai peluang, bukan ancaman. Tiongkok juga pernah sengsara panjang, kami menghargai negara lain dengan pertahankan kebijakan diplomatik," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
13 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
30 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved