Pemerintah Diminta Serius Urusi Importasi Bawang Merah

Rabu, 27 Mei 2015 - 14:35 WIB
Pemerintah Diminta Serius...
Pemerintah Diminta Serius Urusi Importasi Bawang Merah
A A A
JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi IV meminta pemerintah serius dalam mengurusi tata niaga dan importasi bawang merah terlebih baru-baru ini ditemukan beredaranya bawang merah impor ilegal dari Vietnam, Thailand dan Myanmar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta yang tidak terdeteksi oleh pemerintah.

Anggota DPR RI Komisi IV Rofi Munawar menyatakan, secara prinsip pemerintah belum mengeluarkan kuota impor bawang merah, tapi anehnya di beberapa pasar induk telah beredar bawang merah impor ilegal.

Dia menduga proses importasi komoditas tersebut dilakukan sejak awal Mei, namun ironisnya kondisi tersebut tidak terdeteksi oleh pemerintah.

Pemerintah menegaskan belum membuka izin impor bawang merah untuk tahun ini, namun bawang impor dari Vietnam dan Thailand di Pasar Induk Kramat Jati telah beredar dalam jumlah banyak.

Adapun harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga bawang lokal dari Brebes, situasi ini tentu saja akan memukul produksi petani lokal yang saat ini sedang masuk masa panen.

"Proses impor bisa dilakukan jika telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan izin resminya dari Kementerian perdagangan. Jika produksi domestik mencukupi sejatinya tidak diperlukan impor, sehingga pemerintah hanya perlu melakukan manajemen stok dan stabliitas harga di pasaran," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Rofi menambahkan, temuan peredaran bawang merah impor ilegal menunjukan bahwa koordinasi antarinstansi dan pengawasan lalu lintas distribusi bahan pokok yang dilakukan pemerintah masih lemah.

Seharusnya bawang merah impor tidak dapat masuk melalui pintu resmi karena belum ada rekomendasi impor dari kementerian terkait. Bisa jadi importasi ilegal dilakukan melalui perdagangan antarpulau dan lewat pelabuhan tidak resmi, sehingga harus diinvestigasi dan ditindak tegas pelakunya.

"Pemerintah harus melakuan pengawasan dan investigasi terhadap masuknya bawang merah ilegal, jika tidak dilakukan maka akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Dalam kapasitas ini kita tidak saja hanya mempertimbangkan ketersediaan dan stabilitas pangan, namun juga keamanan pangan yang masuk," tegasnya.

Seperti diberitakan, di pasar induk seperti Pasar Kramat Jati harga bawang merah dari Brebes dijual Rp36.000-37.000/kg, sedangkan di tingkat pengecer harganya mencapai Rp38.000-40.000/Kg seperti di Pasar Minggu.

Berbeda dengan harga bawang impor paling murah bisa dijual Rp15.000/kg hingga Rp26.000/Kg.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Khasiat Bawang Merah...
Khasiat Bawang Merah yang Telah Dibuktikan oleh Al Quran dan Sains
Pasokan Bawang Merah...
Pasokan Bawang Merah Jelang Lebaran Dijamin Aman
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Harga Bawang Merah Tembus...
Harga Bawang Merah Tembus Rp60.000/Kg
Jelang Idul Adha, Harga...
Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah Melonjak di Sejumlah Daerah
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
1 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
2 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
2 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
2 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
3 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved