Menkeu: Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Realistis

Kamis, 28 Mei 2015 - 12:37 WIB
Menkeu: Target Pertumbuhan...
Menkeu: Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Realistis
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam asumsi ekonomi makro di RAPBN 2016 cukup realistis, yakni 5,8% hingga 6,2%.

Hal ini dikatakan Bambang menanggapi pandangan beberapa fraksi di DPR yang pesimis dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditetapkan pemerintah tersebut.

"Menanggapi pandangan fraksi mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi, kami sampaikan dengan mempertimbangkan potensi dan risiko baik domestik maupun eksternal, asumsi pertumbuhan ekonomi 5,8%-6,2% 2016 cukup realistis," ucapnya di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

‎Dia mengakui, kinerja ekonomi Indonesia tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik. Namun faktor global yang kurang kondusif, seperti penghentian tapering Amerika Serikat (AS), perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang seperti China, hingga turunnya harga komoditas yang menyebabkan penurunan kinerja ekspor berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Perkiraan membaiknya ekonomi global 2016 diharapkan bisa membantu kinerja ekonomi nasional. Namun, ekonomi nasional akan banyak bergantung pada domestik, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi," imbuh dia.

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini mengatakan, perkiraan membaiknya konsumsi rumah tangga ‎didasarkan pada perkiraan terkendalinya inflasi pada tahun depan, penyelenggaraan pilkada serentak, hingga bonus demografi yang didominasi usia produktif akan mendorong konsumsi yang mencakup 55%.

Sementara, ‎perkiraan membaiknya investasi didasarkan alasan, pembangunan berbagai proyek infrastruktur prioritas seperti transportasi dan pelabuhan yang dikerjakan baik dari capital expenditure (capex) maupun Penyertaan Modal Negara (PMN) ke BUMN.

"‎Ada juga perbaikan iklim usaha, dan peran swasta melalui skema public private partnership (PPP). Kami juga sudah letakkan dasar perekonomian yang baik dengan dimulainya pembangunan infrastruktur," tandasnya.

Sekadar informasi, asumsi ekonomi makro yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2016 adalah:

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,8% hingga 6,2%
2.‎ Inflasi: 3% hingga 5%
3. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) Rp12.800-Rp13.200/USD
4. Suku bunga SPN 3 bulan 4,0% hingga 6,0%
5. Harga minyak dunia USD60-USD80 per barel
6.‎ Lifting minyak dan gas bumi 1.930-2.050 ribu barel per hari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved