Vale Komitmen Tetap Berinvestasi

Jum'at, 29 Mei 2015 - 09:55 WIB
Vale Komitmen Tetap...
Vale Komitmen Tetap Berinvestasi
A A A
SOROWAKO - Manajemen PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memastikan fluktuasi harga nikel di pasar global tidak memengaruhi komitmen investasi perseroan. Perusahaan pertambangan ini hanya akan menyesuaikan pelaksanaan investasi dengan kondisi ke depan.

”Harga nikel yang fluktuatif dan sekarang melandai memang jadi concern . Tapi, kami tetap optimistis dengan prospek pertumbuhan perusahaan,” ujar Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter di sela kunjungan media ke tambang perusahaan di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (27/5) malam.

Perseroan, lanjut dia, berkomitmen menanamkan investasi dalam beberapa tahun ke depan sebesar USD2 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi pabrik pengolahan di Sorowako dan pengembangan tambang Bahodopi di Sulawesi Tengah. Vale juga merencanakan investasi dengan nilai yang sama untuk pengembangan proyek Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

”Rencana tersebut terbagi dalam beberapa tahapan. Tentunya timing nanti akan kita sesuaikan,” tuturnya. Direktur Keuangan Vale Febriany Eddy menambahkan, pelaksanaan ekspansi perusahaan tersebut bisa memakan waktu beberapa tahun. Proyek yang paling dekat pelaksanaannya, jelas dia, adalah peningkatan kapasitas produksi pabrik pengolahan di Sorowako yang kini telah memasuki tahap studi kelayakan final.

Perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi pabrik dari 70.000-80.000 ton menjadi 90.000 ton nikel dalam matte per tahun, guna mengutilisasi kapasitas produksi listrik dari PLTA Karebbe yang mulai dioperasikan perusahaan sejak 2011. ”Kita masih tunggu perizinan. Kalau sudah selesai kita harap bisa segera,” ujarnya.

Namun, imbuh dia, pelaksanaan proyek tahap pertama ini saja butuh waktu setidaknya tiga tahun. Untuk pengembangan proyek Pomalaa, lanjut Febriany, perusahaan masih melanjutkan studi kelayakan yang sempat tertunda akibat perizinan. Pada proyek ini Vale bekerja sama dengan Sumitomo, salah satu pemegang saham perusahaan, untuk menerapkan teknologi pengolahan HPAL yang efisien dan sesuai dengan karakteristik bijih nikel di wilayah tambang tersebut.

”Izin (pengapalan sampel bijih) baru kita dapat Agustus 2014. Kami harap hasil uji sampel dapat diperoleh tahun ini. Kalau hasilnya baik, lanjut ke final feasibility study, yang butuh waktu satu sampai satu setengah tahun,” paparnya.

M faizal
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
22 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
1 jam yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved