Wacana Pembubaran Bulog Pikiran Berbahaya

Jum'at, 29 Mei 2015 - 13:54 WIB
Wacana Pembubaran Bulog...
Wacana Pembubaran Bulog Pikiran Berbahaya
A A A
JAKARTA - Wacana pembubaran Perum Bulog yang berkembang akhir-akhir ini dinilai sangat berbahaya. Karena, Bulog masih sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pangan.

"Pemikiran tersebut sangat berbahaya, itu kan seperti semangat IMF dahulu," kata Guru Besar sekaligus pengamat pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Sebelumnya, wacana pembubaran memang terdengar akhir-akhir ini. Salah satunya, dikemukakan Guru Besar IPB yang lain Dwi Andreas Santosa. Menurutnya, saat ini Perum Bulog sudah tidak mampu menjalankan fungsinya dan sudah saatnya dibubarkan.

"Sah-sah saja beliau (Dwi Andreas) memiliki pendapat itu. Namun saya sangat tidak setuju dengan pemikiran tersebut," ujar Hermanto.

Menurutnya, jika Bulog dibubarkan, maka mekanisme perdagangan beras sepenuhnya berada di tangan pedagang. Hal ini sangat rawan, karena mudah sekali memunculkan penimbunan yang menyebabkan harga meningkat tajam.

Akibatnya, rakyat akan menjerit. Bulog merupakan instrumen untuk menstabilkan harga. Melalui Bulog, harga beras bisa dikendalikan sehingga tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. "Kalau tidak ada Bulog, lantas siapa yang melakukan instrumen untuk menstabilkan harga?" ucapnya.

Di sisi lain, Hermanto menekankan saat ini Bulog kurang berperan optimal, karena tidak diberi keluasaan untuk menjalankan fungsinya. Sebagai contoh, Bulog diamanahkan menyerap sebanyak-banyaknya gabah dan beras dari petani.

"Namun pada sisi berbeda, langkah Bulog tertahan oleh aturan harus membeli sesuai HPP. Persoalan akan timbul, ketika harga beras di tingkat petani jauh melebihi HPP, maka Bulog akan kesulitan bersaing dengan para spekulan," kata dia.

Jadi, lanjut Hermanto, aturan yang tertera pada Inpres harus direvisi. Kementerian Perdagangan harus memberi masukan kepada Presiden untuk melakukan perubahan tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan Pe­merintah...
Kebijakan Pe­merintah Soal Perberasan Harus Lindungi Petani
Perkuat Ketahanan Pangan...
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG Siap Dukung Koperasi Merah Putih
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan...
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan Bantuan Beras Bervitamin kepada Dua Ribu Balita
Kinerja Gemilang BULOG...
Kinerja Gemilang BULOG Jatim: Lampaui Target dan Jadi Tulang Punggung Penyerapan Beras Nasional
Baru Menjabat, Dirut...
Baru Menjabat, Dirut Bulog Langsung Temui Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BULOG PEDULI Gelontorkan 6 Ton Beras Bervitamin
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Asap Kebakaran di Los...
Asap Kebakaran di Los Angeles Mengandung Racun Berbahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved