Mentan: Kedaulatan Pangan Mutlak Tak Bisa Ditawar

Jum'at, 29 Mei 2015 - 18:15 WIB
Mentan: Kedaulatan Pangan...
Mentan: Kedaulatan Pangan Mutlak Tak Bisa Ditawar
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kedaulatan pangan atau swasembada pangan adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Terlebih, pemerintah telah menargetkan swasembada pangan harus bisa dicapai dalam tiga tahun.

"Bumi ini daya tampungnya hanya empat miliar, sekarang ini sudah sampai tujuh miliar. Indonesia itu posisinya sangat strategis, di mana garis khatulistiwa itu 1/3 dari bumi. Kedaulatan pangan harus kita capai. Langkah kita ingin secepat mungkin capai swasembada, targetnya tiga tahun," ujarnya saat media visit ke MNC Plaza, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Sayang, untuk mencapai kedaulatan pangan pemerintah harus menghadapi beberapa persoalan pelik yang dihadapi petani di lapangan. Setidaknya terdapat lima persoalan yang kerap meresahkan petani. "Pertama, persoalan irigasi yang sudah 25 tahun tidak diperhatikan," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Amran, serapan benih yang tahun lalu baru sekitar 20% kerap menjadi persoalan yang menyengsarakan petani. Ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memadai pun turut menjadi masalah yang dipersoalkan petani.

"Alsintan kami bagi sampai hari ini 30 ribu unit dalam waktu tiga bulan. Tahun lalu, cuma tiga ribu. Traktor bukan ditarik, tapi dipindahkan dan dibagikan ke yang berhak," jelasnya.

Dia menuturkan, sektor pertanian Indonesia juga kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 27 ribu tenaga penyuluh, itupun umurnya sudah 50 tahun ke atas.

"Kita kurang tenaga penyuluh, baru 27 ribu yang kita punya. Umurnya pun sudah 50 ke atas. Kami kekurangan 43 ribu tenaga penyuluh," ungkapnya.

Amran menambahkan, penyediaan pupuk juga menjadi satu kendala yang harus segera ditangani. Hal ini lantaran, proses tender penyediaan pupuk yang memakan waktu dan membuat petani harus menunggu lebih lama.

"Di sini ada regulasi yang sejak dulu keliru dan tidak pas. Regulasi tender. Tiap tahun kesalahan, kalau tender Februari, kan selesai Mei. Nah itu Mei baru selesai, dan itu saat panen. Regulasinya harus diubah, jangan pakai tender. Harusnya tunjuk langsung," tandas Amran.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS: Data Tunggal Produksi...
BPS: Data Tunggal Produksi Pangan Nasional Telah Digunakan
Jaga Ketersediaan Pangan,...
Jaga Ketersediaan Pangan, Penyuluh dan Petani Bantaeng Lakukan Percepatan Tanam
Kepala BPPSDM Kementan...
Kepala BPPSDM Kementan Ajak Jaga Ketahanan Pangan dengan Percepatan Tanam
Pastikan Pangan Tetap...
Pastikan Pangan Tetap Tersedia, Petani di Bima Percepat Tanam
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Halal Bi Halal, Kementan...
Halal Bi Halal, Kementan Minta Maksimalkan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal
Berita Terkini
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
8 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
28 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
39 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
46 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved