Cabai-cabaian Penyebab Utama Inflasi Mei 2015

Senin, 01 Juni 2015 - 12:47 WIB
Cabai-cabaian Penyebab...
Cabai-cabaian Penyebab Utama Inflasi Mei 2015
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada tujuh penyebab utama inflasi Mei 2015 sebesar 0,5%. Kepala BPS Suryamin mengatakan, utamanya ada pada peningkatan harga pada cabai merah.

Cabai merah, kata dia, sedang mengalami perubahan harga cukup signifikan di beberapa kota indeks harga konsumen (IHK) karena pasokannya berkurang.

"Penyebab utama inflasi 0,5%. Karena meningkatnya harga cabai merah, perubahan harganya 22,22% dan andil 0,1%. Hal ini karena cabai dari sentra produksi sudah berkurang. Kenaikannya terjadi di 69 kota, Medan kenaikannya mencapai 95% dan Banda Aceh 94%," ujar Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Kedua, lanjut Suryamin, daging ayam ras yang kenaikannya mencapai 5,09% dengan andil 0,06% pada inflasi. Hal ini karena terbatasnya stok daging ayam. Terjadi kenaikan di 70 kota IHK, Tanjung Pandan tertinggi dengan peningkatan 25% dan Jambi 18%.

"Selain daging ayam ras, ternyata telurnya pun (telur ayam ras) ikut mengalami kenaikan di angka 6,13% dan andil 0,04%. Hal ini karena meningkatnya permintaan menjelang puasa. Meningkat di 76 kota IHK dengan yang tertinggi di Batam, Lampung, dan Mamuju 13%," katanya.

Kemudian, bawang merah juga turut memengaruhi inflasi Mei 2015 dengan kenaikan harganya 6,19% dan andilnya 0,03%. Hal ini karena pasokan bawang merah di setiap daerah berkurang. Kenaikan bawang merah tertinggi terjadi di Kupang dengan presentase 61% dan Sumenep 32%.

Kelima, komponen yang menyumbang inflasi Mei adalah tarif listrik. Suryamin menjelaskan, ini karena ada penyesuaian harga tarif listrik oleh pemerintah dengan kenaikan 0,62% dan andil 0,02%.

"Ini sesuai peraturan Menteri ESDM No 31/2015 dan mengikuti tarif adjusment. Kenaikan tertingginya di Kota Pontianak 1,48%, dan ada dua kota IHK yang dikelola Pemda tidak mengalami kenaikan tarif listrik, itu di Tarakan dan Batam," ujar dia.

Keenam adalah ikan segar yang harganya sudah mulai naik sebesar 0,58% dengan andil 0,02%. Hal ini karena kurangnya pasokan ikan dari nelayan dan pengaruh cuaca. Ketujuh, kenaikan harga bawang putih.

"Bawang putih naiknya 8,81%. Jadi bawang-bawangan naik semua ya. Andilnya 0,02% dan yang paling tinggi di Manado 52% serta Tarakan 20%," tutup Suryamin.

Seperti diketahui, BPS mencatat inflasi pada bulan Mei 2015 tertinggi dalam lima tahun terakhir. Inflasi bulan lalu berada di angka 0,5%, naik 0,14% jika dibandingkan inflasi bulan April 2015 sebesar 0,36%.

Sementara inflasi tahun kalender sebesar 0,42% dan inflasi tahunan (yoy) sebesar 7,15%. Sedangkan inflasi komponen inti sebesar 0,23%, inflasi inti tahun ke tahun 5,04%.

(Baca: Inflasi Mei Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
13 menit yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved