Julia Robert Ikut Merasakan Ekspor-Impor RI Berbelit

Selasa, 02 Juni 2015 - 08:35 WIB
Julia Robert Ikut Merasakan...
Julia Robert Ikut Merasakan Ekspor-Impor RI Berbelit
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik, Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, proses ekspor-impor barang sementara di Indonesia dikenal sangat berbelit. Saking berbelitnya, birokrasi perizinan dan urusan kepabeanan membuat syuting film Eat Pray Love, yang dibintangi aktris Hollywood Julia Robert beberapa waktu lalu terganggu.

Dia menuturkan, proses perizinan ekspor dan impor sementara selama ini membutuhkan waktu yang panjang dan biaya besar. Sebab, uang jaminannya harus diberikan kepada Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.

"‎Makanya ada banyak cerita, eventnya sudah berlangsung tapi barangnya enggak keluar. Salah satunya yang Julia Robert bikin film di Bali itu. Peralatan kru tertahan di kepabeanan karena proses administrasinya panjang," ujar Hariyadi di Menara Kadin, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Tidak hanya itu, lanjut dia, festival balon udara yang diadakan di Indonesia menjadi berantakan lantaran balon yang menjadi properti utama kegiatan tersebut tertahan di bea cukai. "Festi‎val sudah selesai, balon udara masih tertahan," keluhnya.

Sebab itu, pemerintah melalui Ditjen Kepabeanan Kementerian Keuangan memutuskan untuk memberikan fasilitas paspor arus barang ekspor dan impor sementara atau disebut ATA Carnet. Kadin pun didapuk menjadi penerbit paspor barang ekspor dan impor sementara tersebut.

Layanan tersebut dapat digunakan untuk izin ekspor dan impor barang yang sifatnya sementara, seperti barang pameran, alat-alat profesional, barang contoh komersial, alat operasi pabrik, alat pendidikan dan ilmu pengetahuan, alat olahraga bagi wisatawan, hingga alat untuk tujuan kemanusiaan.

Melalui layanan tersebut, pengusaha yang semisal akan melaksanakan kegiatan pameran di luar negeri tidak perlu repot mengurus izin birokrasi yang berbelit seperti dulu. Izin pun dipastikan akan keluar paling cepat tiga hari masa kerja.

"Dengan ATA Carnet ini betul-betul memang memudahkan. Karena ibaratnya ini kan kayak paspor. Jadi, begitu mereka udah rilis, ya udah tinggal lapor ke bea cukai setempat. Kasih lihat formnya, proses kelar," pungkas Hariyadi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
7 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
7 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
8 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
8 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved