Data Tak Akurat, Pengampunan Pajak Tak Bermanfaat

Selasa, 02 Juni 2015 - 17:47 WIB
Data Tak Akurat, Pengampunan...
Data Tak Akurat, Pengampunan Pajak Tak Bermanfaat
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah sedianya perlu memiliki data yang akurat terlebih dahulu sebelum memberlakukan pengampunan pajak (tax amnesty). Pasalnya, pengampunan pajak tidak akan bermanfaat jika tidak disertai data akurat.

"Itu kalau menarik dana dari luar tanpa didahului data yang akurat saya rasa sulit. Kita harus menghimpun data dulu supaya optimal," ucapnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Dia menuturkan, jika pemerintah hanya memiliki data pendahuluan saja maka tidak ada jaminan wajib pajak (WP) akan melakukan pembetulan faktur pajaknya sesuai kondisi sebenarnya.

"Data yang terkait (soal faktur pajak) di luar negeri itu sangat minim, makanya saya bilang, paling ideal itu (pengampunan pajak) 2017 atau 2018," imbuh dia.

Selain itu, sambung Yustinus, pada 2018 nanti akan mulai diberlakukan kesepakatan kerja sama pertukaran informasi dan data perpajakan berdasarkan permintaa (exchange of information on request). Kesepakatan tersebut bisa menjadi kunci pemerintah untuk mendapatkan data perpajakan yang tercatat di luar negeri.

"Itu (exchange of information on request) akan memberi kekuatan pemerintah. Kalau itu berlaku, kita bisa minta data di luar secara akurat. Jadi momentumnya pas," pungkasnya.

Sekadar informasi, pemerintah Indonesia dan Singapura telah menyepakati kerja sama pertukaran informasi dan data perpajakan berdasarkan permintaan. Hal ini dilakukan guna melawan penghindaran dan pengelakan pajak lintas negara.

Perjanjian bilateral tersebut juga mencakup penelusuran rekening keuangan para wajib pajak yang sengaja menyembunyikan asetnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
29 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
49 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved