Emas Global Jatuh, Harga Emas Antam Mengikuti

Kamis, 04 Juni 2015 - 09:38 WIB
Emas Global Jatuh, Harga...
Emas Global Jatuh, Harga Emas Antam Mengikuti
A A A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini susut Rp3.000/gram, mengikuti jatuhnya harga emas global.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (4/6/2015) harga jual emas perseroan dari Rp554.000/gram menjadi Rp551.000/gram. Sedangkan harga buyback emas perseroan dari Rp500.000/gram menjadi Rp497.000/gram.

Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.062.000, dengan harga per gram Rp531.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.575.000 dengan harga Rp527.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.088.000 dengan harga per gram Rp522.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.610.000 dengan harga per gram Rp522.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.170.000, dengan harga per gram Rp517.000.

Harga emas 25 gram Rp12.850.000 dengan harga per gram Rp514.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.650.000, dengan harga per gram Rp513.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.250.000, dengan harga per gram Rp512.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp128.000.000, dengan harga per gram Rp512.000.

Emas ukuran 500 gram dihargai Rp255.800.000, dengan harga per gram Rp511.600. Namun emas ukuran ini sudah habis terjual.

Susutnya emas Antam terimbas harga emas global, yang mendekati level terendah dalam tiga pekan terakhir karena menguatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) mendorong prospek naiknya suku bunga di tengah tanda-tanda kemajuan dalam krisis utang Yunani.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spor sedikit berubah menjadi USD1.185,36/ons pada pukul 0048 GMT, setelah kehilangan 0,7% pada sesi sebelumnya. Logam mulia jatuh ke USD1.179,43 pada hari Rabu, terendah sejak 11 Mei 2015.

Adapun data yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS menyempit pada bulan April karena menurunnya impor.

Data mendukung gagasan ekonomi telah sedikit pulih dari kontraksi pada kuartal I dan mendukung perkiraan bahwa Federal Reserve dapat mempertimbangkan menaikkan bunga akhir tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan emas, sementara meningkatkan dolar AS (USD).

Investor kini menunggu data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada Jumat ini sebagai petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi dan dampaknya terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved