Permintaan Menguat, Harga Minyak Dunia Memanas
Kamis, 04 Juni 2015 - 09:55 WIB
Permintaan Menguat, Harga Minyak Dunia Memanas
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia memanas pada hari ini karena menguatnya permintaan bahan bakar global dan melemahnya dolar Amerika Serikat (USD), sehingga membayangi banjirnya pasokan minyak, yang telah mendorong kejatuhan harga sebesar 3% pada sesi sebelumnya.
Minyak berjangka Brent untuk pengiriman bulan depan naik 15 sen dari sebelumnya menjadi USD63,95/barel pada pukul 0121 GMT pada hari Kamis. Sedangkan minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) naik 1 sen menjadi USD59,65/barel.
Harga Brent yang lebih tinggi mencerminkan naiknya permintaan bahan bakar global, bahkan di tengah penyelesaian utang di kawasan Eropa.
Goldman Sachs menyatakan bahwa konsumsi solar yang tinggi di Eropa memberi risiko Brent berada pada tren bearish. Goldman memproyeksikan minyak Brent akan berada di harga USD58/barel pada tahun ini dan USD62 pada tahun depan.
Sementara permintaan solar di Eropa pada kuartal I tahun ini sebesar 420.000 barel per hari (bph) atau tumbuh 7,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kuatnya permintaan solar Uni Eropa memberikan pandangan bearish pada Brent. Kami menguji apakah fundamental yang kuat tersebut akan bertahan karena hal ini memiliki konsekuensi prospek untuk Brent," tuturnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (4/6/2015).
Goldman mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan permintaan minyak sebanyak 220.000 bph atau tumbuh 3,5% untuk sisa tahun ini, dengan proyeksi pertumbuhan setahun penuh di 270.000 bph, salah satu yang terkuat dalam 30 tahun terakhir.
Permintaan bahan bakar Asia juga kuat, didorong penjualan mobil yang tetap kuat di China. Penjualan mobil di China diperkirakan sekitar 2 juta/bulan, meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Sementara Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan penurunan persedian minyak sebanyak 1,95 juta barel pada pekan lalu.
Adapun kenaikan hari ini terjadi menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat, yang diperkirakan akan menolak untuk memangkas produksi dan terus menghasilkan sekitar 2 juta bph di atas permintaan, sehingga semakin menambah banjir pasokan.
Minyak berjangka Brent untuk pengiriman bulan depan naik 15 sen dari sebelumnya menjadi USD63,95/barel pada pukul 0121 GMT pada hari Kamis. Sedangkan minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) naik 1 sen menjadi USD59,65/barel.
Harga Brent yang lebih tinggi mencerminkan naiknya permintaan bahan bakar global, bahkan di tengah penyelesaian utang di kawasan Eropa.
Goldman Sachs menyatakan bahwa konsumsi solar yang tinggi di Eropa memberi risiko Brent berada pada tren bearish. Goldman memproyeksikan minyak Brent akan berada di harga USD58/barel pada tahun ini dan USD62 pada tahun depan.
Sementara permintaan solar di Eropa pada kuartal I tahun ini sebesar 420.000 barel per hari (bph) atau tumbuh 7,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kuatnya permintaan solar Uni Eropa memberikan pandangan bearish pada Brent. Kami menguji apakah fundamental yang kuat tersebut akan bertahan karena hal ini memiliki konsekuensi prospek untuk Brent," tuturnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (4/6/2015).
Goldman mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan permintaan minyak sebanyak 220.000 bph atau tumbuh 3,5% untuk sisa tahun ini, dengan proyeksi pertumbuhan setahun penuh di 270.000 bph, salah satu yang terkuat dalam 30 tahun terakhir.
Permintaan bahan bakar Asia juga kuat, didorong penjualan mobil yang tetap kuat di China. Penjualan mobil di China diperkirakan sekitar 2 juta/bulan, meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Sementara Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan penurunan persedian minyak sebanyak 1,95 juta barel pada pekan lalu.
Adapun kenaikan hari ini terjadi menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat, yang diperkirakan akan menolak untuk memangkas produksi dan terus menghasilkan sekitar 2 juta bph di atas permintaan, sehingga semakin menambah banjir pasokan.
(rna)
Lihat Juga :